1 Keutamaan Bulan Dzulhijjah

"مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ"
“Tidak ada hari yang amal sholih didalamnya paling dicintai Allah kecuali pada hari-hari ini (yakni, 10 hari di awal bulan Dzulhijah)”
( Hadits Ibn Abbas yang diriwayatkan Bukhori,Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Thabrani. Isnadnya baik (jayyid). Lengkap Haditsnya, setelah dijelaskan Rasululloh keutamaan amal di 10 hari pada awal Dzulhijah, para sahabat bertanya: “apakah keutamaan amal ini melampaui jihad di jalan Allah?”, lalu jawab Rasululloh: “Bahkan jihad sekali pun kecuali seseorang yang beranjak dari rumahnya dengan diri dan hartanya kemudian tidak sedikit pun dari keduanya kembali”)
Read more

3 Khutbah Idul Adha 1428 H: Memaknai Ibadah Haji dan Qurban



الله أكبر الله أكبر الله أكبر و لله الحمد
الله أكبر كبيرا و الحمد لله كثيرا و سبحان الله بكرة و أصيلا لآإله إلا الله و لا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون
لآإله إلا الله وحده صدق وعده و نصر عبده و أعز جنده و هزم الأحزاب وحده
لآإله إلا الله الله أكبر الله أكبر و لله الحمد
الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَـذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللّهُ
أشهد أن لآإله إلا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
اللهم صلي على محمد و على آله و أصحابه و أنصاره و جنوده
و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين
الله أكبر الله أكبر الله أكبر و لله الحمد
Hadirin jamaah shalat Idul Adlha yang dirahmati Allah
Pada hari ini, di tempat yang mulia ini, bersama jutaan umat manusia dari berbagai etnik, suku, dan bangsa di seluruh penjuru dunia, kita semua, kaum muslimin mengumandangkan kalimat takbir, tahmid, dan tahlil, sebagai refleksi atas rasa syukur dan sikap kehambaan kita kepada Allah SWT. Sementara jutaan saudara-saudara kita, para jemaah haji, pada hari kemarin membentuk lautan manusia di tanah suci Makkah, mereka serempak menyatakan kesediaannya untuk memenuhi panggilan Sang Maha Kuasa, “Labbaika Allahumma labbaik, labbaika lasyarikalaka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk la syarika lak.”
Jamaah shalat Idul Adlha yang dirahmati Allah
Momentum seperti Idul Qurban dan Haji adalah sarana yang sangat tepat untuk meningkatkan ketaqwaan dan taqorrub kita kepada Allah SWT.
Haji adalah rukun Islam kelima dan menjadi salah satu asas atau pondasi dari agama kita ini. Rasululloh saw bersabda:
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ (البخاري)
Islam dibangun diatas lima perkara, pertama,kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad saw adalah utusan Allah, kedua, mendirikan shalat, ketiga, menunaikan zakat, keempat, melaksanakan haji, dan kelima, puasa Ramadhan. (HR Bukhori)
Islam adalah risalah akhir zaman, dan syariatnya mencakup semua sendi dari kehidupan ini; Syaamil, mutakaamil, integral dan menyeluruh. Namun kebijaksanaan Allah telah menetapkan, dari sekian banyak ibadah dalam syariat Islam, Ia jadikan haji sebagai salah satu pilar dari lima pilar utama agama ini. Betapa ini menunjukkan bahwa haji adalah sesuatu yang besar, penting dan memiliki pengaruh yang sangat mendasar bagi kehidupan setiap muslim.
Namun demikian ada hal penting dan unik yang patut kita cermati dari rukun Islam yang satu ini. pertama, jika dibanding ibadah amaliyah lain dari rukun-rukun Islam maka haji adalah ibadah yang intensitas pelaksanaannya paling sedikit. Setiap muslim yang diberikan istithoah/kemampuan oleh Allah, maka wajib baginya menunaikan haji ke Baitullah. Namun perlu kita ingat bahwa kewajiban haji ini hanya sekali saja seumur hidup . Itupun bisa dituntaskan pelaksanaannya hanya dalam hitungan hari, tidak lebih dari hitungan jari tangan kita.
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
“Dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang ditentukan….” (QS. Al Hajj:28)
Hal ini tentu berbeda dengan shalat, zakat dan puasa. Padahal bukankah ia adalah asas dan rukun dari agama ini?
Kedua, realita menyatakan bahwa mereka yang dapat menunaikan ibadah haji hanyalah sebagian kecil saja dari umat Islam yang jumlahnya kini mencapai lebih dari satu setengah milyar jiwa. Lalu bagaimana nasib mereka yang seumur hayatnya tidak bisa menunaikan haji? Apakah lantas keislaman mereka menjadi tidak sempurna? Kemudian apa makna bahwa ibadah haji merupakan asas dan pondasi agama ini?
الله أكبر الله أكبر الله أكبر و لله الحمد
Jamaah Shalat Idul Adlha yang dirahmati Allah
Mari kita renungkan bahwa, pertama, haji adalah ibadah yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh mereka yang secara fisik melaksakan ritual/manasik haji di Baitullohil haram, namun manfaat-manfaat haji secara merata bisa dirasakan oleh semua bagian dari ummat ini. Dengan demikian bisa kita katakan bahwa haji bukan hanya bagi jemaah haji saja. Dari sini juga kita bisa mengerti mengapa hikmah Allah menjadikan haji sebagai rukun dan asas dari bangunan kokoh Islam, dan selanjutnya kita bisa menegaskan bahwa jika orientasi, hikmah, spirit dan manfaat haji tersebut bisa dicapai sebagaimana mestinya maka seluruh syariat dari agama ini akan dapat teraflikasikan sebagaimana mestinya. Inilah makna penting haji sebagai rukun Islam. Sungguh Allah telah berfirman dalam kitab-Nya:
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ , لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَات
“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh. Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka Dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang ditentukan….” (QS. Al Hajj:27-28)
Kedua, Allah telah menyediakan sarana, selain haji, bagi mereka yang tidak atau belum melaksanakan ibadah haji. Sehingga momentum yang penuh dengan nuansa spriritual ini, bisa dinikmati oleh semua kaum muslimin untuk mengoptimalkan taqorrub kepada-nya. Sarana pertama, Allah telah jadikan sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah sebagai hari-hari terbaik dimana amal shaleh yang dilakukan pada hari-hari tersebut lebih Allah cintai dari hari-hari biasanya.
Rasul Bersabda: ” Tidak ada hari-hari yang Allah lebih mencintai amal sholeh yang dilakukan pada hari tersebut melainkan hari-hari ini.” yakni sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: ” Walaupun berjihad di jalan Allah, wahai Rasululloh?”, ”Walaupun berjihad di jalan Allah” jawab Rasul, ”Kecuali orang yang pergi berjihad dengan diri dan hartanya dan dia tidak kembali (syahid di medan jihad)” (HR Bukhori).
Sarana lain adalah Shaum Arafah. Baginda Rasul telah menjelaskan keutamaannya: ” Ia adalah kafarat (penghapus dosa) satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang” (HR Muslim). Subhanallah!
Sarana lainnya lagi adalah disyariatkannya berqurban, memotong hewan kurban. Unta,sapi, kambing dsj.
"Para sahabat bertanya, " Apakah maksud qurban ini?" Beliau menjawab, "Sunnah Bapakmu, Ibrahim." Mereka bertanya, "apa hikmahnya bagi kita?" Beliau menjawab, "Setiap rambutnya akan mendatangkan satu kebaikan." Mereka bertanya, "Apabila binatang itu berbulu?" Beliau menjawab, "Pada setiap helai dari bulu-ulunya akan mendatangkan kebaikan" (HR Ibnu Majah)
الله أكبر الله أكبر الله أكبر و لله الحمد
Jamaah Shalat Idul Adlha rahimakumulloh
Sesungguhnya banyak hikmah dan faedah yang bisa kita petik dari ibadah haji, qurban serta ibadah-ibadah yang Allah syariatkan pada awal bulan dzulhijjah ini, pada kesempatan ini kita akan menyebutkan sebagiannya saja:
  1. Haji mengingatkan kita kepada kehidupan akhirat yang kekal abadi. Mari kita tengok para jemaah haji, bagaimana mereka berpakaian hanya dengan dua helai kain, padahal mereka mampu membeli baju-baju bagus, mahal, modis dan trendi. Lihatlah saat para jemaah itu berkumpul dipadang Arafah, bayangkan terik matahari menyengat kulit, saat keringat bercucuran membasahi tubuh, saat air mata tak kuasa mengalir, saat munajat-munajat dilantunkan, ” Ya Allah, betapa luas rahmat-Mu dan betapa sulit kami hidup dalam lautan manusia di padang gersang seperti ini. Sungguh tak terbayang bagaimana panasnya dan teriknya padang mahsyar, bagaimana pedihnya kejadian di akherat kelak. Sungguh Engkau telah tegaskan dalam kitab-Mu, hadzaa yaumun ’asiir, ”Inilah hari yang sulit itu, inilah hari perhitungan itu, inilah hari dimana harta dan keturunan tidak lagi membawa manfaat, kecuali bagi mereka yang menghadap Alloh dengan hati yang bersih”
Jamaah sekalian, senantiasa ingat akhirat adalah pangkal kebajikan. Dan sebaliknya, melupakan dan melalaikan akhirat adalah pangkal dari segala keburukan.
  1. Semakin mengokohkan paradigma bahwa umat Islam adalah ummat yang satu. Yang tercermin dalam suasana rukun, tolong menolong, dan bahu-membahu antara satu dengan lainnya. Yang dikedepankan adalah jiwa kebersamaan, semangat saling menasehati, bukan saling menjatuhkan, sentimen dan berprasangka buruk. Perbedaan adalah bagian dari sunnatullah. Perbedaan yang sifatnya keragaman adalah sesuatu yang lumrah dan wajar untuk saling mentolelir dan berlapang dada. Ulama besar, Muhammad Abduh mengatakan, ” Saling tolong-menolong lah dalam hal-hal yang kita sepakati, dan mari untuk saling mentolelir satu sama lain dalam hal-hal yang masih diperselisihkan.” maka budaya dialog, komunikasi yang lancar dan saling terbuka adalah cara-cara mulia dan elegan yang dicontohkan oleh nabi dan para sahabatnya untuk menyelesaikan perbedaan. Jika persatuan ummat adalah kewajiban yang harus diwujudkan setiap muslim di belahan bumi manapun mereka berpijak. Maka dalam kehidupan bernegara, bermasyarakat, bertetangga dan berkeluarga tentu itu menjadi lebih prioritas lagi untuk diwujudkan.
” Sungguh (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” (QS. Al Anbiya:92)
  1. Tidak ada sukses yang dapat diraih kecuali dengan kerja keras dan pengorbanan. Mengeluarkan sedikit harta untuk menyembelih hewan qurban adalah salah satu bentuk latihan dari Allah agar ummat ini terbiasa untuk berkurban. Berkontribusi untuk terus menegakkan agama-Nya, turut menuntaskan problema-problema yang dihadapi umat, empati terhadap penderitaan sesama, berkorban dengan yang paling dicintai, dengan yang terbaik yang Allah berikan. ” Sungguh kamu tidak akan memperoleh kebajikan/al birro, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imron:92)
  2. Semangat untuk terus bersuci, tidak sekedar suci fisik; bersih tubuh, pakaian dan tempat tinggal, lebih dari itu hati juga bersih dari debu-debu riya, ujub, dan dengki. Suci dari syirik, khurofat dan takhayul. Selalu ada upaya untuk memperbaiki kesalahan, mengejar ketertinggalan. Senantisa ada usaha untuk bangkit dari keterpurukan, menebus dosa-dosa dengan taubat dan istighfar, membayar kemaksiatan dengan kebajikan. Betapa Rasululloh menjanjikan, bahwa haji yang mabrur ibarat bayi yang baru dilahirkan. Dan shaum arafah dapat menutupi dosa satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang. Sungguh Allah mencintai orang-orang yang gemar bertaubat dan mencintai mereka yang senang bersuci.
Semoga Alloh menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu tunduk, patuh dalam menjalankan syariat dan tuntunan-Nya. Bersegera dalam beramal baik, menyambut seruan dengan ketaatan, merespon larangan dengan berpantang. Menjadi hamba yang tidak hanya bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat sekitar, tapi adalah pribadi yang setiap kerja keras dan pengorbannya digerakkan oleh niatan yang tulus ikhlas, semata-mata demi meraih ridlo dan maghfiroh Allah SWT.Amien
رَبَّنَا ءَاتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
"Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi
kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)." (QS 18:10)
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيم ٌ
"Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS 59:10)
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. ” (QS 3:147)
(Heri Efendi,Lc)
Read more

0 Arti Kepribadian

kepribadian
Pembahasan tentang Fenomena pribadi aktivis di atas menjelaskan kepada kita tentang arti kepribadian (dzatiyah) yaitu Motivasi yang mendorong kemampuan dan potensi manusia untuk mengerjakan suatu perbuatan demi mewujudkan tujuan yang ingin ia raih diiringi kesanggupan menanggung berbagai rintangan dalam pencapaiannya. Dzatiyah adalah sebuah dorongan dari dalam diri seorang dai yang muncul dari kesadaran bahwa perbuatan yang ia lakukan ini akan menumbuhkan dan mengembangkan kepribadiannya di segala sisi. Maka ia pun melaksanakan pekerjaan bukan semata-mata karena tugas atau akan dievaluasi, melainkan lebih karena ingin mendapat pahala dari Allah SWT.

Beberapa Pendekatan Kepribadian

1. PRIBADI BERIMAN


Kisah-kisah berikut ini akan menjelaskan apa itu pribadi beriman (dzatiyah imaniyah) yang kita maksud :

Kisah di masa lalu

a. Kisah Qiyamullailnya Rasulullah Saw. 
Imam Bukhari berkata : “Dari Abu Nu'aim ia berkata : “telah mengatakan kepada kami Mis'ar sebuah riwayat dari Ziyad, Ia berkata : "Aku mendengar Al Mughirah ra. berkata : "Jika Nabi Saw. sering berdiri -melaksanakan shalat -sampai kakinya (betisnya)- bengkak. Seseorang bertanya bagaimana itu bisa terjadi, Beliau pun menjawab: ‘Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang paling bersyukur.’
{ Fathul Bari 3/14 hadits nomor 1130, As Salafiyah}
Padahal Nabi Saw. adalah orang yang telah mendapat jaminan pengampunan dosa, baik yang telah berlalu ataupun yang akan datang kemudian. Namun kita melihat betapa bersungguh-sungguhnya beliau dalam membiasakan diri melakukan ibadah-ibadah sunnah.


b. Kisah Abu Lubabah dalam peristiwa pengepungan Bani Quraidzah
Tatkala Orang-orang Yahudi Bani Quraidzah mengutus beberapa utusan kepada Rasulullah Saw. Mereka berkata,: "Wahai Rasulullah utuslah kepada kami Abu Lubabah ibn Abdullah ibn Abdul Mundzir, saudara Bani 'Amr Ibn Auf mereka adalah sekutu kabilah Aus, untuk merundingkan perkara kami ini."Rasulullah pun mengutus Abu Lubabah kepada mereka. Ketika mereka melihat Abu Lubabah, Maka berdirilah kaum laki-laki, perempuan serta anak-anak mereka, seraya menangis memohon perlindungan Abu Lubabah. Beliau pun lantas memisahkan mereka, yang kemudian bertanya:’Wahai Abu Lubabah apakah kita akan menyetujui keputusan Muhammad ?’ Abu Lubabah menjawab:’Ya’ Sambil memberikan isyarat kepada lehernya, sebagai isyarat ancaman akan dibunuh (jika tidak menyetujui perrundingan-pent). (setelah itu) Abu Lubabah berkata:’Demi Allah tidaklah aku langkahkan kakiku dari tempat itu kecuali aku sadar bahwa diriku telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya’. Tak lama Kemudian Abu Lubabah pun pergi dan tidak menemui Rasulullah Saw., lantas ia mengikat diri pada salah satu tiang masjid, Seraya berujar,‘Aku tidak akan pernah meninggalkan tempat ini sampai Allah mengampuni kesalahan yang telah ku perbuat itu ‘, Ia berjanji kepada Allah :’aku tidak akan menginjakkan kaki lagi di Bani Quraidzah dan melihat negeri yang disitu aku berbuat dosa kepada Allah dan Rasul-Nya selama-lamanya.’
{ Sirah Ibnu Hisyam 3/247}
Abu Lubabah pun terikat enam hari lamanya di tiang masjid. Setiap waktu shalat sang isteri melepas tali ikatan beliau untuk menunaikan shalat kemudian mengikatnya kembali setelah selesai shalat. Seperti itulah keadaan beliau setiap hari hingga turun ayat yang menyatakan telah diterimanya taubat beliau ra :
"Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan yang lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang." (QS.9:102)


c. Kisah Abbad ibn Bisyr
Suatu malam Abbad Ibn Bisyr bertugas menjaga pasukan muslimin yang baru pulang dari perang Dzatu Riqa’. Tiba-tiba lebih dari tiga anak panah bertubi-tubi menghunjam ketubuhnya. Karena takut meninggal (sementara ia sedang bertugas) Abbad pun membangunkan rekan jaganya, Ammar Ibn Yasir. Ammar terkejut melihat sahabat Anshar ini telah bergelimang darah. Ia bertanya,’Subhanallah, Kenapa engkau tidak membangunkanku ketika pertama kali terkena panah?’ Abbad pun menjawab,’Ketika itu aku sedang membaca satu surat dalam Al Quran dan aku tidak ingin memutuskannya hingga membaca seluruh surat itu, ketika panah itu bertubi-tubi menghunjam tubuhku lantas aku ruku dan membangunkan engkau. Demi Allah, kalaulah aku tidak ingin menyia-nyiakan perintah Rasulullah Saw. pasti jiwa ini telah melayang (karena akan aku teruskan bacaan itu) sebelum aku menamatkan surat yang sedang kubaca.’


Kisah Kontemporer

Dzatiyah dalam konteks para dai masa kini berarti upaya sinergis antara pencapaian pahala dan peningkatan kualitas diri dengan cara melakukan amal-amal yang bermanfaat bagi orang lain, seperti yang pernah dilakukan Abdullah Ibn Abbas ra.
Berikut beberapa kisah yang menunjukan kepada makna dzatiyah imaniyah ini:


a. Seorang akh menceritakan kisah yang terjadi ketika ia melakukan rihlah jihadiyah bersama beberapa orang rekannya. Suatu malam ia bangun lantas pergi berwudlu untuk melaksanakan shalat malam. Setelah menyelesaikan wudlunya ia melihat tempat pakaian kotor yang penuh dengan baju-baju kotor, mungkin karena tidak ada waktu senggang sehingga pakaian kotor itu dibiarkan menumpuk begitu saja. Allah berkenan menggerakan hati akh ini untuk mencuci pakaian kotor rekan-rekannya. Sebelum waktu shubuh tiba ia telah selesai mencuci semua pakaian kotor itu dan hanya sempat melaksanakan shalat witir, kemudian ia bangunkan rekan-rekannya untuk melaksanakan shalat shubuh. Akh ini mengatakan bahwa ia menemukan ketinggian iman yang belum pernah dirasakannya dalam ibadah-ibadah yang selama ini ia laksanakan.


b. Seorang akh menceritakan kisah lain. Pada suatu malam, ketika tengah melaksanakan ibadah haji, Ia tinggal bersama orang-orang terhormat disalah satu tenda dari sekian banyak tenda di Mina. Malam pertama dari hari-hari tasyrik itu para jemaah telah cukup letih setelah berturut-turut melaksanakan manasik –wukuf di Arafah kemudian menyembelih hewan kurban pada hari raya Idul Adha-. Akh ini melanjutkan kisahnya,:”Pada malam tersebut ia bangun lebih awal untuk melaksanakan qiyamullail. Ia pun pergi berwudlu –peristiwa ini terjadi sepuluh tahunan yang lalu (tahun 80-an– pent). Saat itu belum ada WC umum seperti sekarang-. setibanya di penampungan air ternyata para jamaah telah berjejal antri hendak berwudlu. Samar-samar terlihat seseorang mengendap-endap ditengah gulita malam, nampaknya dia sedang membetulkan kakus-kakus yang sudah rusak. Usahanya ini ia lakukan guna memudahkan saudara-saudaranya mempersiapkan diri untuk menunaikan shalat shubuh. Saya pun mengenalnya, ia adalah seorang pemuda yang belum lama tersentuh oleh dakwah. Sepengetahuan saya akh ini adalah direktur sebuah badan usaha milik pemerintah yang membawahi tidak kurang dari seribu orang karyawan. Saya takjub dan bertahmid kepada Allah SWT yang telah menunjukan saudara saya ini untuk proaktif melakukan pekerjaan yang mulia tersebut. Kemudian saya pun berwudlu dan melaksanakan shalat. Hanya inilah yang bisa saya lakukan, alangkah bahagia akh yang diperkenankan melakukan amal mulia itu.


2. PRIBADI BERAKHLAK

Sebagai contoh pribadi berakhlak (dzatiyah akhlakiyah) adalah kisah tentang sikap Abu Bakar ra. Dalam Haditsulifqi serta pemberian maafnya terhadap Misthah Ibn Utsatsah Ibn Abbad. Untuk lebih jelasnya mari kita nukilkan keseluruhan riwayat tersebut.

Dalam riwayat Imam Bukhari Aisyah berkata: “Biasanya apabila Rasulullah saw. hendak melakukan suatu perjalanan jauh, beliau mengadakan undian di antara para isterinya. Siapa yang menang undiannya dialah yang berhak ikut mendampingi Rasulullah Saw. pada perjalanan itu. Suatu ketika Rasulullah Saw. mengundi kami untuk ikut mendampingi beliau dalam peperangan yang dipimpin beliau sendiri. Aku beruntung karena saat itu undianku lah yang keluar. Oleh karena itu aku lah yang berhak pergi bersama beliau. Peristiwa ini terjadi setelah turun ayat hijab. Kemudian aku dinaikan ke dalam sebuah sekedup dan diturunkan dalam setiap perhentian (tanpa aku keluar tetapi sekedupnya yang diturun naikan). Setelah perang selesai, Rasulullah Saw. serta rombongan pulang kembali ke Madinah (membawa kemenangan). Hampir sampai ke Madinah, beliau memberi izin kepada seluruh pasukan untuk istirahat malam. Ketika itulah, aku keluar dari sekedup dan berjalan menjauhi pasukan untuk buang hajat. Setelah selesai, aku segera kembali ke peristirahatan pasukan. Ketika aku raba dadaku ternyata kalungku yang terbuat dari permata zhafar buatan Yaman telah putus. Karena itu aku kembali mencari kalungku sehingga aku terlambat kembali ke pasukan. Sedangkan para pengawal yang bertugas menjagaku selama dalam perjalanan telah mengangkat sekedupku dan menaikkannya ke dalam punggung unta yang ku kendarai (dan mereka menyangka aku ada didalamnya) lalu mereka berangkat. Ketika itu berat badanku sangat ringan, sehingga kalau akau berada dalam sekedup, para pengawal tidak akan merasa lebih berat bila mereka mengangkat sekedup itu. Dan ketika itu aku masih merupakan perempuan muda usia. Mereka terus berjalan menggiring untaku (tanpaku). Aku mendapatkan kalungku kembali setelah pasukan berjalan agak jauh. Ketika aku sampai di tempat peristirahatan, kudapati di sana telah sepi. Aku memutuskan untuk tetap menunggu di tempat semula. Karena aku pikir, bila rombongan tidak menemukanku, tentu mereka akan kembali mencariku. Ketika aku duduk menunggu mereka di tempat itu, aku mengantuk dan tertidur. Kebetulan Shafwan Ibn Mu’aththal As-sulami Adz Dzakwani ketinggalan pula oleh rombongan. Dan dia lewat ke tempatku menunggu . Ketika dia melihat sesosok tubuh yang sedang tertidur, dia pun mengenaliku. Dia memang sudah pernah melihatku sebelum ayat hijab turun. Aku terbangun ketika dia dengan terkejut mengucapkan kalimah istirja’ (innalillahi wa inna ilaihi rajiun) setelah dia mengetahuiku. Dan aku segera menutup mukaku dengan jilbab (kain penutup muka). Demi Allah aku tidak mengucapkan sepatah katapun kepadanya dan dia pun tidak mengatakan sepatah kata pun kepadaku selain kalimat istirja’ yang menyebabkan aku terbangun. Dia segera menyuruh untanya merunduk sebagai isyarat bahwa aku dipersilahkan untuk menaiki kendaraan itu. Sedangkan dia sendiri berjalan kaki menuntun unta sampai pasukan tersusul oleh kami sesudah mereka berhenti beristirahat dari terik panas matahari. Sungguh celaka orang yang sengaja membuat fitnah terhadap diriku mengenai peristiwa itu, dan yang memprakarsainya adalah Abdullah Ibn Ubay Ibn Salul. Urwah (rawi Hadits) berkata:’Aku dengar dialah yang menyebarluskan dan membicarakan berita bohong ini.’ Kemudian ia berkata:’Tidak disebutkan orang-orang yang terlibat dalam tragedi berita bohong ini kecuali Hasan Ibn Tsabit, Misthah Ibnt Utsatsah dan Hamnah binti Jahsyi serta beberapa orang lagi yang tidak aku ketahui. Akan tetapi tokoh utamanya tetap Abdullah Ibn Ubay Ibn Salul.’ Urwah melanjutkan ceritanya:’Aisyah sangat membenci celaan Hasan Ibn Tsabit yang berkata:

Sungguh kehormatan bapak, kakek dan diriku Rela dijadikan tameng bagi kehormatan Muhammad
Aisyah berkata:” Setelah kami sampai di Madinah aku jatuh sakit selama sebulan lamanya. Sementara itu di masyarakat telah tersebar kabar bohong tentang diriku. Padahal aku tidak mengetahui sedikit pun bahwa berita itu telah menyebar sedemikian rupa. Namun ada suatu hal yang membuat aku bimbang, yakni sikap Rasulullah saw. yang tidak memperlihatkan kasih sayang seperti biasanya kalau aku sedang sakit. Beliau hanya datang menengokku, setelah mengucapkan salam beliau bertanya, “bagaimana keadaanmu? “ setelah itu beliau pamit. Itulah yang membuat aku bimbang. Aku tidak tahu sama sekali tentang berita bohong mengenai diriku, sampai pada suatu hari setelah aku agak sembuh, aku pergi bersama Ummu Misthah ke lapangan dipinggir kota untuk buang hajat. Dan kami tidak pergi ke sana kecuali hanya pada malam hari saja. Hal itu terjadi sebelum kami membuat tempat tertutup di sekitar rumah kami. Memang sudah menjadi kebiasaan orang arab masa dahulu kalau buang hajat pergi ke lapangan di pinggir kota. Karena mereka merasa jijik membuat tempat tertutup (WC) di sekitar rumah mereka. Beliau melanjutkan kisahnya: “Akupun berangkat bersama Ummu misthah dan ia adalah putri abu Ruhma Ibn Muthallib Ibn ‘Abdu Manaf, sedang Ibunya putri Shakhar Ibn ‘Amir paman Abu Bakar Ash-Shiddiq. Anak lelakinya adalah Misthab Ibn Utsatsah Ibn Abbad Ibn Muththalib. Ketika kami pulang setelah buang hajat, sandal Ummu Mishtah tersangkut, lalu dia menyumpah: “celakah si Misthah.” Maka aku menegurnya, “Tidak baik berkata begitu. Bukanlah engkau memaki orang yang ikut dalam peperangan Badar? Jawab Ummu Misthah, “Alangkah bodohnya engkau! Apakah engkau tidak mendengar apa yang dikatakannya”. Tanyaku, “Apa yang dikatakannya?” Dia pun mengabarkan kepadaku omongan tukang-tukang fitnah (yang memburuk-burukan dirimu). Semenjak aku mendengar berita Ummu Misthah itu, sakitku semakin menjadi-jadi. Ketika aku pulang Rasulullah saw. memberi salam kepadaku, lalu Beliau bertanya, “Bagaimana kondisi sakitmu ?, lalu aku bertanya kepadanya,” Bolehkah aku pulang ke rumah orang tua ku?. Sebenarnya aku hendak menanyakan perihal berita itu kepada kedua orang tuaku. Rasulullah saw. pun mengijinkanku, Aku tanyakan kepada ibu, “Bu ! apa yang sedang rame diperbincangkan orang-orang ? Ibuku menjawab “Anakku sayang ! Jangan engkau hiraukan berita itu. Demi Allah jarang sekali wanita cantik yang disayangi suaminya, kecuali akan banyak fitnah baginya.” “Subhanallah!” kataku. “Benarkah orang-orang ramai membicarakan hal itu ?”. Setelah itu aku menangis semalam suntuk. Air mataku berderai tak bisa aku tahan karenanya akupun tidak bisa tidur. Hingga subuh menjelang akupun masih terus menangis. Sementara itu Rasulullah memanggil Ali Ibn Abi Thalib dan Usamah Ibn Zaid untuk bermusyawarah dengan mereka –karena waktu itu wahyu terhenti—beliau bermusyawarah dengan keduanya apakah beliau harus menceraikanku atau tidak. Usamah Ibn Zaid menyatakan pendapatnya, bahwa dia tahu benar para isteri Rasululullah saw. semuanya suci (setia) dan dia tahu benar mereka semuanya mencintai Rasulullah saw. seraya berkata, “Mereka adalah para isteri anda. Aku yakin benar bahwa semuanya adalah istri-isteri yang setia.” Adapun Ali Ibn Abi Thalib berkata, “Allah tidak akan mempersulit anda. Masih banyak wanita selain dia (Aisyah). Jika anda menghendaki seorang gadis , tidak ada seorang pun yang akan menolak anda.” Kemudian beliau panggil pula Barirah (pembantu rumah tangga Aisyah), lalu beliau bertanya, “Hai Barirah! Adakah engkau melihat sesuatu yang mencurigakan mengenai diri Aisyah? Jawab Barirah, “Demi Allah yang mengutus anda dengan membawa agama yang benar. Sungguh, aku tidak melihat sedikitpun yang mencemarkan dirinya selain hanya dia itu seorang wanita muda yang manja, yang pergi tidur meninggalkan adonan kue. Lalu datang hewan peliharaan (kucing atau kambing) memakan adonan itu. Kemudian Rasulullah saw. berpidato di mimbar, menyatakan keberatan atas tuduhan yang diprakasai oleh Abdullah Ibn Ubay Ibn Salul. Sabda beliau, “Hai Kaum Muslimin! Sipakah di antara kalian yang setuju dengan penolakanku atas tuduhan yang mencemarkan nama baik keluargaku? Demi Allah, aku yakin keluargaku bersih dari tuduhan kotor yag tidak benar itu, Mereka juga telah menyebut-nyebut seorang lelaki (Shafwan Ibn Mu’aththal As Sulami) yang aku yakin bahwa dia itu orang baik. Dia tidak pernah masuk ke rumahku kecuali bersamaku. Maka berdirilah Sa’ad Ibn Mu’adz –dari kabilah Bani Asyhal-seraya berkata, “Aku membela anda wahai Rasulallah ! Jika tuduhan itu datang dari suku Aus, kami akan penggal lehernya. Dan jika datang dari saudara-saudara kami suku Khazraj, kami menunggu perintah anda. Apa yang anda perintahkan akan segera kami laksanakan. Maka berdiri pula seseorang dari Suku khazraj-dan ummu Hasan putri pamannya dia adalah Saad Ibn Ubadah, pemimpin suku Khazraj. Belia adalah orang yang saleh tetapi diperdaya oleh fanatic kesukuan Lalu dia berkata kepada Saad Ibn Muadz, “Engkau bohong ! Demi Allah engkau tidak akan sanggup membunuhnya kalaulah ia dari kerabatmu engkau pasti tidak akan membunuhnya. Maka berdiri pula Usaid Ibn Hudair, anak paman Saad Ibn Muadz. “Engkaulah yang bohong, Demi Allah! Pasti kami akan membunuhnya! Engkau munafik, karena engkau membela orang-orang munafik!”. Pertengkaran antara suku Aus dan Khazraj itu menjadi sengit, hampir saja terjadi perkelahian di antara mereka. Tetapi Rasulullah saw, yang masih berdiri di mimbar dapat menenangkan mereka sehingga mereka diam. Kata Aisyah selanjutnya, “Seharian kerjaku hanya menangis. Air mataku terus berderai dan akupun tidak bisa tidur Selama dua malam itu Kedua orang tuaku terus menemaniku, dan aku tidak bisa menahan tangis dan tetap tidak bisa tidur, aku kira jantungku pecah karenanya Ketika kedua orangku berada disampingku seorang wanita Anshor minta izin hendak menemuiku, lalu kuizinkan ia masuk. Setelah dia masuk, dia pun menangisiku (menambah kesedihanku). Sementara itu Rasulullah pun datang. Beliau memberi salam, lalu duduk disampingku. Sejak berita bohong itu tersiar, beliau tidak pernah duduk disampingku. Dan sudah sebulan tidak turun wahyu kepada beliau yang menjelaskan perkaraku ini. Ketika beliau duduk disampingku, beliau membaca tasyahud. Kemudian bersabda: “Wahai Aisyah! Telah sampai kepadaku berita tentangmu. Jika engkau bersih dari tuduhan itu, maka Allah akan membebaskanmu. Namun Jika engkau memang bersalah memohon ampunlah kepada Allah dan bertobatlah kepada-Nya. Karena mengetahui dosanya kemudian bertobat Allah pun akan menerima taubatnya.” Setelah perkataan itu selesai diucapkan, air mataku pun susut. “ Pak tolonglah aku menjawab pertanyaan Rasulullah Saw..” pintaku kepada Ayah. Beliau menjawab “Demi Allah! aku tidak tahu apa yang harus katakana kepada Rasulullah Saw.” Kemudian kuminta kepada ibu, “Bu tolonglah aku menjawab perkataan Rasul tadi.” “Demi Allah ! aku tidak tahu apa yang harus kukatakan kepada Rasulullah Saw.” Maka terpaksalah aku sendiri yang menjawabnya-ketika itu aku masih sangat muda dan belum banyak mengetahui isi al-Quran. “Demi Allah! Sekarang aku telah tahu bahwa anda telah mendengar berita mengenai tuduhan terhadap diriku, sehingga tuduhan itu tertanam dalam diri anda dan tampaknya anda seperti membenarkannya. Walaupun aku mengatakan kepada anda bahwa aku bersih dari tuduhan itu Anda tentu tidak akan mempercayaiku juga. Dan seandainya aku mengatakan bahwa aku memang bersalah dan berbuat dosa, -- demi Allah, Dia jugalah yang Mahatahu bahwa aku bersih -- tentu anda akan mempercayainya. Demi Allah tidak aku ketahui contoh yang paling mengenai kejadian ini, selain nabi Ya’qub, bapak nabi Yusuf, yang berkata, “maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan" Kemudian aku berpaling dan berbaring di tempat tidurku. Allah lah yang akan membersihkan nama baikku.. Namun sejauh itu, demi Allah aku tidak menduga sama sekali bahwa Allah akan menurunkan wahyu yang berkaitan dengan kasus yang sedang aku hadapi. Sungguh terlalu hina diri ini untuk hal seperti itu. Tetapi yang aku harapkan semoga Rasulullah saw. dapat bermimpi dengan mimpi yang Allah memperlihatkan kepada beliau kesucian diriku. Maka demi Allah, sebelum Rasululah Saw. meninggalkan tempat duduknya dan belum seorang pun yang keluar dari rumah kami, Allah SWT menurunkan wahyu kepadanya. Terlihat Nabi saw. seperti orang yang sedang memikul beban berat,karena wahyu yang turun kepadanya sehingga beliau bersimbah peluh. Ketika wahyu telah turun, Rasulullah saw. tertawa. Kalimat yang mula-mula beliau ucapkan adalah “Wahai Aisyah, Allah SWT telah menyatakan bahwa engkau benar-benar bersih dari tuduhan itu.” lalu ibuku menyuruhku,” Bangunlah nak! Minta maaflah kepada beliau.” “Tidak perlu meminta maaf kepada beliau. Tidak ada yang aku puji selain Allah.”. Ayat itu berbunyi:
“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. “ (QS. 24:11)
Sampai sepuluh ayat selanjutnya. Ayat-ayat ini menyatakan tentang kesucian diriku. Abu Bakar ra.,bapakku berkata-beliaulah yang membiayai hidup Misthah Ibnti Utsatsah karena masih ada hubungan kerabat dan karena ia miskin-“ Demi Allah tidak akan aku berikan lagi Misthah nafkah hidup setelah ia mengatakan apa yang dikatakannya kepada Aisyah.”Maka turun pula wahyu yang melarang penghentian bantuan itu,
“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada.Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu ?Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. 24:22)

Read more

0 Da'a Istiftah (1)

Do’a Istiftah

اللهم باعد بيني و بين خطاياي كما باعدت بين المشرق و المغرب, اللهم نقني من الخطاياي كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس, اللهم اغسلني من الخطاياي بالماء و الثلج و البرد ( رواه البخاري و مسلم)

“ Ya Allah, Jauhkan aku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana telah Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikan aku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana disucikannya pakaian putih dari noda. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, embun dan salju” (HR Bukhari dan Muslim)

Read more

0 Karakter Aktivis Dakwah

Berikut, beberapa sifat yang sejatinya mengkarakter dalam diri seorang aktivis Islam seperti yang pditulis oleh syekh Jasim Muhalhil dalam bukunya Dzatiyatul Mukmin.

I. PEMBELAJAR YANG BERORIENTASI PADA AFLIKASI BUKAN PENGUMPUL INFORMASI/MATERI 


Sangat berbeda sekali antara talaqi littanfidz -orientasi belajar aplikatif- dengan talaqi lil ma'rifah -orientasi belajar informatif-. Pada istilah pertama orang mempelajari sesuatu bukan untuk pengetahuan semata akan tetapi pengetahuan ini hanya sebagai batu loncatan untuk beramal. Adapun istilah kedua, tujuan multaqi -pembelajar- adalah hanya mendapatkan pengetahuan. Maka ketika ilmunya telah bertambah, cukup sampai disitu tujuan belajarnya telah tercapai.

Pengetahuan tentang akidah adalah pengetahuan aplikatif. tabiat akidah mengharuskan adanya korelasi antara makrifah -pengetahuan- dengan praktek. Adalah sebuah kemustahilan membicarakan masalah akidah tanpa diiringi pengetahuan tentangnya. Begitu juga sebaliknya, tatkala kita mempelajari akidah maka kita pun harus berusaha untuk mengamalkannya.


TABIAT AKIDAH


a. Akidah memberikan kita gambaran yang menyeluruh tentang alam semesta, dan hakikat-hakikat besar dari alam ini, serta hubungan antara satu dengan lainnya.

Ketika kita menerima tashawur yang utuh, menyeluruh, sempurna dan seimbang maka kita pun akan mampu beradaptasi dengan diri dan realitas kehidupan yang ada. Tashawur ini memberikan kita petunjuk, misalnya : bahwa setelah kehidupan ini ada kehidupan lain yang kekal yaitu kehidupan akhirat. Disanalah akan dibalas segala amal perbuatan manusia selama di dunia . Negeri akhirat ini adalah negeri tempat dihisab segala amal manusia bukan tempat beramal, sebagaimana alam dunia tempat kita hidup sekarang ini adalah negeri tempat kita beramal bukan tempat dihisab. Tashawur ini memberikan petunjuk tentang peran dan tugas kita di dalam kehidupan sekarang, serta kehidupan tempat kita kembali –apakah neraka yang menyala-nyala atau surga yang penuh kenikmatan-. Tashowur ini juga memberikan kita petunjuk tetang alam apakah yang mengitari kita? dan kekuatan apakah yang tampak dan tersembunyi darinya ? hukum apakah yang berlaku padanya ? dan bagaimanakah kita berinteraksi dengannya ? Sebagaimana tashawur ini telah mengungkapkan kepada ‎kita sebagian hakikat dari alam ghaib dan alam lain yang ada di langit maupun di bumi berikut sifat dan peristiwa-peristiwa yang terjadi padanya; tentang para malaikat, jin, syetan, dan pertarungan yang telah terjadi serta lain sebagainya. Semua ini telah diceritakan oleh Al Quran dengan sangat gamblang ketika berbicara tentang akidah. Ketika kita menerima tashawur ini, hati kita pun bergetar, perasaan kita hanyut, dan seluruh organ kita tersugesti olehnya, kemudian pengaruh tashawur ini pun terbentang dalam kehidupan nyata.

b. Akidah menciptakan motivasi dan meletakan norma bagi gerak-gerik serta aktivitas manusia dalam kehidupan. 

Akidah meyakinkan bahwa setiap gerak-gerik dan perbuatan manusia itu akan mendatangkan hasil bagi dirinya. Sebagian hasil itu akan ia peroleh di dunia dan sebagian besarnya nanti di akhirat. Norma dan motivasi ini akan sangat berpengaruh dan tertanam kuat dalam jiwa manusia, mengingat bahwa keduanya memiliki kendali yang besar dan hubungan erat dengan kehidupan manusia.

c. Akidah adalah kunci pembuka jiwa


Akidah mampu memberdayakan potensi-potensi manusia yang terpendam, memadukan kemampuan yang berserakan, menyatukan potensi yang saling bertentangan, mendorong semua potensi ini dalam satu pandangan dan dalam kaidah-kaidah baku.

Para sahabat telah menerima agama ini sebagaimana mestinya. Seseorang diantara mereka tidak pernah mengambil lebih dari sepuluh ayat hingga mereka mengahapal, memahami dan mengamalkannya, karena mereka merasa berat dengan penambahan tersebut.

Pengaruh manhaj tarbiyah yang unik ini, telah meninggalkan fenomena-fenomena yang menakjubkan dalam torehan sejarah. Sejarah tidak akan menyaksikan kegesitan dan kesiapan mereka dalam melaksanakan dan merespon perintah atau larangan sepanjang masa.

Ibnu Jarir meriwayatkan, dari Anas Ibn Malik ia berkata : “Ketika aku sedang mengantar gelas minuman kepada Abu Thalhah, Abu Ubaidah Ibn Jarrah, Abu Dujaanah, Mu'adz Ibn Jabal dan Suhail Ibn Baidla hingga kepala mereka miring-miring karena mabuk, tiba-tiba aku mendengar seseorang berteriak : ‘Ketahuilah bahwa arak telah diharamkan ‘. Anas berkata : ‘Tak seorang pun diantara kami masuk atau keluar rumahnya kecuali telah menumpahkan arak dan memecahkan periuk-periuk yang berisi arak, kemudian sebagian kami segera berwudlu dan sebagian lainnya mandi. Lalu Dalam kondisi yang segar kami pun pergi ke masjid."

Dalam riwayat Buraidah, ia berkata : "Aku mendatangi saudara-saudaraku, kemudian kubacakan kepada mereka (ayat tentang pengharaman arak) ketika itu sebagian orang sedang meneguk dengan tangannya, mereka minum sebagian arak itu dan menyisakan sebagian lainnya dalam bejana, seketika itu juga mereka tumpahkan arak yang sedang diteguknya dan memuntahkan arak yang telah masuk tenggorokan. Kemudian mereka berkata : "Ya Tuhan kami, kami berhenti (tak akan kami ulangi lagi), kami berhenti."
Demikianlah kisah khamr ini berakhir di Madinah. Dengan beberapa ayat saja yang Rasul bacakan kepada para sahabat, kebiasaan meminum arak ini hilang seketika. Padahal berapa banyak pemerintah sekarang ini -seperti Amerika- mengeluarkan bermilyar-milyar dolar untuk mempropagandakan dan melarang minum minuman keras. Berbagai media informasi seperti koran, majalah-majalah, seminar-seminar, film, radio dan televisi mereka gunakan untuk mempropagandakan pelarangan ini. Mereka kerahkan seluruh sarana; undang-undang dan denda-denda yang berat, akan tetapi semua itu tidak menjadikan masyarakat Amerika jera, malah semakin candu terhadap minuman keras. Jika tak mendapakan minuman keras ini, mereka konsumsi narkotika sebagai penggantinya, sehingga pemerintah Amerika terpaksa mencabut kembali pelarangan ini dan kembali memperbolehkannya.
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, ketika disebutkan tentang wanita-wanita Quraisy dan keutamaan-keutamaan mereka, Ummul Mukminin Aisyah ra berkata :”Wanita Quraisy memiliki kelebihan, tapi demi Allah saya melihat tidak ada yang lebih utama dari wanita-wanita Anshar, pembenaran mereka terhadap Kitabullah dan keimanan mereka terhadap ayat-ayat yang diturunkan sungguh tak ada bandingnya. Ketika turun ayat, " Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya" (Q.S An-Nur : 31)

Para Sahabat membacakan firman Allah tersebut kepada istri, anak perempuan, saudara, dan sepupu-sepupu perempuan mereka. Tak seorang pun diantara perempuan-perempuan itu kecuali mereka bergegas mengambil kain yang tergantung dan memakainya. Saya merasa kagum dengan pembenaran dan iman mereka terhadap firman Allah SWT. Setelah itu tampak dibelakang Rasulullah Saw. sekelompok perempuan yang seakan-akan dikepala mereka burung gagak (karena memakai jilbab).
{ Diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim dalam tafsirnya seperti disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir (3/284). Dalam sanadnya ada yang bernama Az-zanji Ibn Kholid nama aslinya Muslim sedangkan dia itu lemah sebagaimana dikatakan Al-Hafidz Ibn Hajar dalam ‘Fathul Baari’ (4/252)}


Dan satu ayat yang lain (yang berkaitan dengan jilbab), kebiasaan pamer aurat itu tidak tampak lagi di kota Madinah. Masyarakatnya hidup dalam nuansa keimanan dan ketakwaan yang kental, dimana nilai-nilai moral dijunjung tinggi.

Dalam tafsirnya Ibnu Katsir meriwatkan sebuah hadits dari Imarah Ibn Aus, Ia berkata : “Ketika Kami sedang ruku dalam shalat, menghadap ke Baitul maqdis tiba-tiba dari dekat pintu seseorang berteriak: ‘Sungguh kiblat telah dipindahkan ke ka’bah.’ Imarah berkata,: ‘Kami saksikan Imam shalat merubah arah kiblatnya, demikian juga para sahabat dan anak-anak, padahal ketika itu mereka sedang ruku’ kearah ka'bah.’
{ Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dalam tafsirnya dan dalam "tafsir Ibnu Katsir" (1/193)}


Ini adalah contoh kecil dari generasi pertama dalam berinteraksi dengan Al Quran dan sikap mereka dari perintah-perintah serta larangan-larangan agama. Meski hanya sebatas contoh kecil namun cukup menunjukkan secara jelas bagaimana interaksi dan talaqqi mereka dengan ajaran Islam. Karena firman Allah yang ditujukan kepada mereka adalah sebagai penentu dan hukum Allah yang mereka gunakan adalah keadilan, diatas realitas inilah masyarakat Madinah berdiri, dan dengan inilah dakwah mulai dirintis.


II. BARA YANG BERKOBAR DI DALAM DADA


Inilah bara kebenaran dan nyala api iman yang menjadi inspirator hati seorang dai yang membuatnya gelisah. Ia lihat bendera-bendera kekufuran kian meninggi sementara panji-panji iman semakin meredup. Kerusakan semakin merajalela dan pelampiasan hawa nafsu kian menjadi-jadi.

Kita menginginkan para dai yang mengarahkan seluruh hidupnya untuk Islam. Mencurahkan segala kemampuan dan potensi mereka untuk mengokohkan kekuasaan dan meninggikan bangunannya.
Kita menginginkan terbangunnya jiwa-jiwa yang hidup, kuat dan enerjik. Hati-hati yang segar dan memiliki semangat yang berkobar, jiwa-jiwa optimis yang merindukan terwujudnya nilai-nilai dan tujuan yang lurus serta mau bekerja keras dalam upaya menuju kesana. Mesti ada penentuan target dan pengendalian emosi dan perasaan serta pemusatan perhatian hingga melahirkan akidah yang kokoh, bersih dari keraguan. Tanpa pemusatan perhatian dan pembatasan sasaran, nasib kebangkitan umat hanya akan seperti lilin kecil ditengah gulita sahara. Nyalanya akan terasa redup, lemah dan tidak bertenaga. { Dakwah Kami di Era Baru, Risalah Pergerakan, Imam Hasan Al Bana}


Orang yang hatinya tidak terusik dan jiwanya tidak tergerak melihat realitas Islam saat ini, dimana kemuliaannya telah dicampakkan dan kegemilangan masa lalu telah terhapus, atau orang-orang yang hidup di tengah-tengah umat, menyaksikan mereka tenggelam dalam kebodohan dan kesesatan, terkungkung syahwat dan hawa nafsu, terpedaya oleh syetan, kemudian dirinya tidak bergeming sedikitpun bagaimana mungkin orang seperti ini bias disebut sebagai seorang dai ? atau masuk dalam kategori para mujahid ?

Alangkah indahnya Imam Syahid Hasan Al-bana dalam mensifati prototipe mujahid yang kita idamkan:
"Dapat saya gambarkan bahwa seorang mujahid itu adalah orang yang telah melakukan persiapkan sedemikian rupa, memiliki fikrah tentang sudut pandang diri serta ruang lingkup hatinya. Dia selalu berpikir dan memiliki perhatian yang besar untuk bersiap siaga. Jika diseru mereka menyambut, apabila diajak mereka menjawab. Hari-hari, perkataan, keseriusan dan leluconnya tidak memalingkan mereka untuk mempersiapkan dirinya. Tidak ada yang meliputi diri selain misi yang disanalah ia curahkan hidup dan kehendaknya. Berjihad di jalan-Nya. Semua itu dapat anda baca dari raut mukanya, bisa anda lihat dari tatapan matanya, bisa anda dengar dari tutur katanya, sesuatu yang menunjukkan kepada apa yang sedang bergemuruh dalam hatinya;berupa nuansa jiwa yang melekat dan kepedihan yang tersembunyi. Disana pula akan anda dapatkan tekad yang benar, semangat tinggi serta visi yang jauh kedepan.
Adapun mujahid yang memperbanyak tidur, makan dan tertawa, menghabiskan waktunya dengan canda gurau dan hura-hura, jangan harap terkatagori di antara para pemenang dan barisan para mujahid." { Dalam Dakwah hal. 60, Hasan Al Bana}


Sesungguhnya hati adalah pusat interaksi dan sumber emosi. Ketika fikroh Islam telah mapan di dalam diri, dan ketika fikroh ini mengisi relung-relung jiwa, maka perasaan dan emosinya akan menghiasi diri dengan bara yang berkobar-kobar dan kekuatan yang mengbangkitkan, mendorong untuk beramal seolah-olah sebuah tuntutan mendesak yang tak bisa ditawar-tawar.

Ketika seorang dai telah mencapai tingkatan ini, hendaklah ia berhias diri dengan sifat-sifat mujahid. Tiga hakikat di bawah ini harus benar-benar terpatri dalam diri seorang mujahid :

a. Bahwa ilmu, agama, akidah dan prisip-prinsip yang ia yakini adalah kebenaran dan selain dari itu adalah kebatilan.
Risalah Islam adalah sebaik-baik risalah. Manhaj Islam adalah manhaj yang paling utama dan syariatnya adalah aturan paling sempurna yang dapat mewujudkan kebahagiaan manusia seluruhnya. Bermodal keimaanan yang kokoh, Seorang mujahid percaya terhadap semua realita ini, membenarkannya dengan keyakinan yang tidak akan goyah. Ia akan selalu mengingat firman Allah SWT :
"Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu, sesungguhnya kamu berada diatas jalan yang benar. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar adalah sebuah kemulian besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban." (QS. 43:43-44)
"Sebab itu bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada diatas kebenaran yang nyata." (QS.27:79)


b. Selama ia berada dalam kebenaran dan membawa penerang, di kala orang lain jatuh ke dalam kegelapan dan ia bersama petunjuk dari langit, maka selama itulah ia menjadi Ustadz bagi mereka. 
Keberadaannya bagi mereka adalah sebagai guru bagi murid-muridnya, menyayangi, mengarahkan dan membimbingnya ke jalan yang benar, meminpin mereka kepada kebajikan dan menunjukkannya ke jalan yang lurus.
" Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahlu kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; diantara mereka ada yang beriamn, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik." (QS.3:110)
" Dan demikian (pula ) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rosul menjadi saksi atas (perbuatan kamu." (QS.2:143)

c. Selama dia beriman kepada kebenaran, berpegang teguh, bangga dan menjadi penolongnya, maka Allah akan tetap bersama, memuliakan, mengarahkan, menolong, mengokohkannya, apabila manusia meninggalkannya. Allah selalu menyertainya dimanapun ia berada. Akan diturunkan balatentara langit kepadanya jika balatentara bumi tidak bangkit membela. Semua hakikat ini dapat kita baca dalam firman Allah SWT :
"Sesungguhnya bumi ini kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa." (QS .7:128)
" Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar maha kuat lagi maha perkasa." (QS.22:40)
"Allah telah menetapkan: "Aku dan Rasul-Rasul-Ku pasti menang". Sesungguhnya Allah maha kuat lagi maha perkasa." (QS.58:21)

Dengan tiga hal inilah; beriman kepada keagungan risalah Allah, rasa bangga dan berpegang erat kepada risalah diiringi harapan dan keyakinan pada ta'yid -peneguhan- Allah terhadap risalah-Nya, seorang dai telah berhias diri dengan perhiasan yang paling indah. Di dalam hatinya menyala-nyala bara iman dan kebenaran.

III. NIMAT DALAM BERAMAL, BERKORBAN DAN BERKONTRIBUSI

Seorang dai merasa senang dan bergembira jika dakwahnya meraih kesuksesan atau dirinya dapat mewujudkan sebuah kebaikan dan dapat menunaikan kewajiban. Dia sangat berbahagia jika dapat memberikan waktu terbaik dari umurnya untuk dakwah; keluar dari majlis-majlis ilmu, nasihat dan pengarahan untuk membaur dengan para penghasut, membantah kejahilan mereka dan menasihatinya. Menjumpai orang-orang fasik yang terkungkung hawa nafsu dan syahwat, mengingatkan, menasihati, memberi kabar gembira dan mengancam mereka dengan neraka. Semua itu ia lakukan sendiri(tanpa menunggu orang lain). Ia datangi sahabat dan saudara-saudaranya dengan membawa buku, duduk sejenak bersama mereka untuk mentadabburi Al Quran dan tibalah gilirannya untuk menyampaikan nasihat-nasihat yang menyentuh hati. Demikianlah tak satu pun hari terlewatkan kecuali ia telah melakukan banyak amal padanya; menghadiri tempat pertemuan, mencurahkan segala isi hati kepada orang-orang yang berada disekelilingnya, menuangkan nilai-nilai kebaikan yang memenuhi relung jiwanya kepada mereka.

Rahasia kenikmatan yang dirasakan dai ini adalah berkat keterikatan dirinya dengan dakwah dan keterikatan dakwah dengannya. Dakwah sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Tanpa kehadiran dakwah hidup tidak akan memberikan kesenangan yang berarti baginya, karena dakwah adalah terminal harapan dan penghapus rasa sedih. Dakwah merupakan aktifitas dan kebutuhan pokok yang menyibukannya. Dakwahlah tempat ia tumpahkan seluruh jiwa di jalan Allah, dan mempersembahkan hidup kepada-Nya.

Adalah Nabi Muhammad Saw. merasa bersedih hati atas penolakan orang-orang musyrik terhadap dakwah, sehingga Allah SWT mengingatkan beliau dan mencegahnya agar tidak tenggelam dalam kesedihan.

"Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati karena mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini(Al Quran)." (QS.18:6)

Apakah engkau akan membunuh dirimu karena bersedih hati dan merasa bersalah jika mereka tidak beriman kepada Al Quran? tidak pantas bagimu untuk bersedih dan menyesali perbuatan mereka. Rasulullah Saw. Sering memperbanyak dialog dan perdebatan dengan orang-orang musyrik karena beliau sangat mengharapkan mereka mau beriman. Bahkan beliau Saw. menjelajahi padang pasir yang tandus mendaki perbukitan, menuruni lembah karena beliau menginginkan orang-orang itu beriman. Seperti halnya beliau pernah melakukan perjalanan ke Thaif sampai ke Tsaqif.

Allah telah menegur Rasul-Nya Saw. ketika beliau berpaling dari Ibnu Ummi Maktum dan terbuai dengan para pemuka Quraisy karena menginginkan mereka beriman.
Ibnu Katsir meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas ra tentang firman Allah SWT :
"Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling. Karena telah datang seorang buta kepadanya." (QS 80:1-2)

Ibnu Abbas berkata : “Tatkala Rasulullah Saw berdialog dengan Utbah Ibn Rabi'ah, Abu Jahal Ibn Hisyam dan Abbas Ibn Abdul Muthallib, Beliau Saw. sangat antusias memperhatikan mereka dan berharap mereka akan beriman, tiba-tiba datanglah seorang yang tuna netra yang terkenal dengan sebutan Abdullah Ibn Ummi Maktum, Ia mendekati Rasulullah Saw tatkala beliau sedang antusias berdialog dengan para pembesar Quraisy tadi, Abdullah Ibn Ummi Maktum memohon Rasulullah Saw. untuk membacakan kepadanya satu ayat dari Al Quran, seraya berkata: " Wahai Rasulullah, ajarilah aku dengan apa yang telah Allah ajarkan kepadamu, Maka Rasul pun berpaling darinya sambil bermuka masam, beliau tidak merespon perkataan Ummi Maktum, lantas menghadap kepada yang lainnya.
{ Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir di dalam tafsirnya (30/51) dan tafsir Ibnu Abi Hatim sebagaimana dijelaskan dalam tafsir Ibnu Katsir (4/ 470-471) dari Thariq Al Aufi Dari Ibnu Abbas. Berkata Ibnu Katsir:“Ada pembicaraan tentang gharib dan munkar pada sanadnya. Dan Al Aufi adalah rawi yang lemah ia adalah Mudallis.}
Read more

0 Pengantar Serial Dzatiyatul Mukmin

Setelah saya lihat-lihat folder arsip saya, ternyata ada beberapa naskah terjemahan buku yang pernah saya terjemahkan. Sebagiannya sudah diterbitkan, sebagian lainnya belum…untuk yang belum di terbitkan ini sungguh sangat saya sayangkan. Barangkali penerbit menilai bahasa terjemahannya masih terlalu kaku, tidak mengalir, makanya tidak jadi diterbitkan…maklum naskah itu adalah terjemahan saya yang pertama …saya ingat penerjemahnnya saja memakan waktu cukup lama, kalau tidak salah hampir 2 tahun lebih.
Saya pikir, kalau terpendam begitu saja, sayang juga naskah tersebut, nerjemahkannya sudah sedemikan memakan waktu dan energi, dan kalau dilihat dari isinya pun, buku itu sangat bagus sekali. Dahulu, kita sering membedahnya dalam acara-acara dauroh. Saya pikir tidak ada salahnya kalau naskah ini saya postingkan secara bersambung di weblog ini…agar kemanfaatanya mengalir untuk kita…
Tulisan di bawah tadi adalah postingan pertama dari serial tersebut.
Read more

0 Iman Dan Harokah

iman
Para ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan dan membatasi makna iman. Sebagian ulama menjadikan amal sebagai syarat sempurna dan sahnya iman. Sebagian lain menjadikannya sebagai rukun yang harus dipenuhi sehingga tidak sah iman seseorang kecuali dibarengi amal. Walaupun para ulama berbeda pendapat dalam hal ini, akan tetapi pada hakikatnya keimanan bukanlah perkataan semata, iman bukan hanya perbuatan atau pengetahuan saja. Keimanan adalah amalan jiwa yang menyentuh bagian paling dalam dari diri manusia serta mencakup seluruh ruang jiwanya; berupa pengetahuan, kemauan, dan insting. Daya nalar manusia selayaknyalah mampu mengungkap hakikat alam semesta. Sehingga menjadi keyakinan yang tidak tergoyahkan yang juga harus disertai oleh ketundukan hati dan kepatuhan iradah -kemauan- yang tercermin dalam kepasrahan dan ketaatan kepada aturan Tuhan yang ia imani. Maka gelora emosi dan hati ini harus menjadi pemicu untuk melaksanakan tuntutan-tuntutan akidah, iltizam -konsisten- dengan prinsip-prinsip keimanan; baik dalam akhlak, tata sikap dan jihad di jalan Allah SWT dengan harta dan jiwa.
Read more

0 Realitas Pendidikan di Palestina


Realitas Pendidikan di Palestina


PENDAHULUAN

Sesungguhnya pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan bangsa seperti pentingnya udara bagi kehidupan manusia. Sejauh sebuah bangsa memegang prinsip pendidikan dan berusaha untuk memajukannya, sejauh itu pula mereka akan tumbuh maju dan memiliki posisi di muka bumi.

Ilmu memiliki kedudukan yang tinggi di setiap agama samawi. Allah swt mewajibkan kepada hamba-hamba-Nya untuk menuntut ilmu. Dalam Islam, ilmu memilki keutamaan dan keistimewaan berdasarkan wahyu. Ayat Al quran yang pertama turun kepada nabi kita Muhammad saw "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."

Mengenai keutamaan ilmu, Allah SWT berfirman, " Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."

Dari Abu Umamah R.A bahwasanya Rasulullah SAW bersbada, " Keutamaan seorang alim (yang berilmu) atas abid(ahli ibadah) seperti keutamaan diriku atas kalian" ( HR Tirmidzi, beliau berkata: hadis hasan ).

Dari Abu Darda radliyallohuanhu berkata : aku pernah mendengar Rasulallah SAW bersabda "Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Sesungguhnya Malaikat menaruh sayapnya kepada orang yang menuntut ilmu karena ridlo atas perbuatannya. Sesungguhnya penuntut ilmu dimintakan ampun oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi sampai oleh ikan yang ada di air. Keutamaan seorang alim atas abid seperti keutamaan bulan atas bintang-bintang. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi dan mereka tidak mewariskan dinar dan dirham akan tetapi mereka mewariskan ilmu, barang siapa yang mendapatkan ilmu maka di telah mendapatkan keuntungan yang sangat banyak (HR Abu Daud dan Tirmidzi )

Dari ayat dan hadis di atas nampak jelas sejauh mana Islam menaruh perhatian terhadap ilmu dan para penuntutnya. sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa kemajuan dan kedudukan suatu bangsa di dunia tergantung pada ilmu dan para ulamanya, karena itulah maka pendidikan merupakan senjata paling berharga, paling kokoh dan paling awet bagi kekuatan bangsa.

Dan Zionis Israel telah mengetahui akan hal ini sejak dulu dan berusaha untuk menghancurkan pendidikan di Palestina dengan langkah-langkah yang jitu sejak meletusnya gerakan Intifadloh pada tahun 2000 M sampai sekarang, pendidikan Palestina semakin bertambah sulit seperti menimpa lapangan hidup lainnya sebagai dampak dari agresi Israel yang terus menerus, terutama sekali hal ini berhubungan dengan kehidupan anak-anak Palestina; jiwa, masa depan dan sekolah mereka. Israel telah membunuh, menangkap serta melukai ratusan anak-anak Palestina, merusak fasilitas sekolah dan mengalih fungsikan sekolah menjadi asrama militer dan menutup sejumlah universitas.

Banyak sekali anak-anak, pelajar dan mahsiswa yang menemui syahid ketika mereka pergi ke sekolah dan kampus atau ketika dalam perjalanan pulang. Diantara mereka ada yang syahid ketika di bangku sekolah disaksikan teman-temannya, sedangkan tas dan bukunya berlumuran darah. Hal semacam ini sering terjadi.

Tidak berhenti hanya disitu penjajah Israel membangun tembok pemisah rasialis yang menambah penderitaan dunia pendidikan dan menghalangi guru dan murid untuk sampai ke sekolah mereka dengan aman dan dalam waktu yang singkat sehingga akhirnya mereka terpaksa menempuh jarak yang jauh atau menunggu izin untuk melintasi pintu gerbang di tembok pemisah.

Ketika kita mengetahui bahwa jumlah murid pada tahun sekarang bertambah sebanyak 19.000 di banding sebelumnya walau di tengah kesulitan dan rintangan. Di Palestina, seorang guru mengajar 20 murid. Padahal jumlah sebanyak ini tidak akan terjadi di sebagian besar Negara yang aman dan tenang. Tragedi pendidikan Palestina tidak terlepas dari ulah tangan penjajah Israel yang zalim.

Berangkat dari kenyataan ini dan dari hati yang teguh, tulisan ini menjadi secercah harapan untuk mewujudkan cita-cita dan harapan .

DATA DAN FAKTA PENDIDIKAN DI PALESTINA

1. Jumlah murid sebanyak 1.182.246 siswa duduk di TK dan bangku sekolah. 710.287 siswa terdapat di Tepi Barat dan 471.959 siswa di Jalur Gaza. Terdiri dari 592.389 laki laki dan 589.857 perempuan yang tersebar berdasarkan lembaga pendidikan. Sebanyak 766.730 siswa di sekolah negeri, 235.116 siswa di sekolah milik lembaga donor internasonal, 78.111 siswa di sekolah swasta, 84.289 anak di TK. Jumlah siswa pada tahun ini bertambah mencapai 19.000 siswa dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

2. Jumlah sekolah sebanyak 3.402 sekolah dan TK. Sebanyak 2.521 sekolah dan TK terdapat di Tepi Barat, dan 881 sekolah dan TK terdapat di jalur Gaza, tersebar di lembaga pendidikan: sekolah swasta dan 1.833 sekolah negeri, 309 sekolah yang menginduk pada lembaga donor internasional, 288972 TK.

3. Jumlah sekolah milik lembaga donor internasional di distrik Gaza lebih banyak di bandingkan di Tepi Barat jumlahnya mencapai 214 dan 95 sekolah di Tepi Barat.

4. Jumlah pusat-pusat kebudayaan sebanyak 204 buah.

5. Jumlah guru dan guru laki laki dan wanita, pegawai di sekolah pada setiap jenjang pendidikan TK sebanyak 57.0973.792 guru berada di Tepi Barat, dan 19.805 guru berada di distrik Gaza, terdiri dari 24.073 laki laki dan 33.024 wanita yang tersebar di sekolah dan TK sesuai dengan lembaga pengelola pendidikan, 38.134 guru di sekolah negeri, 9.279 di sekolah milik lembaga donor internasional, 5.404 di sekolah swasta dan 4.280 di TK.

6. Rata-rata jumlah murid untuk setiap guru di setiap sekolah berbeda beda tergantung pihak pengelola pendidikan.Seorang guru mengajari 2.008 siswa di sekolah negeri, 2.809 siswa di sekolah lembaga donor internasional, 1.408 siswa di sekolah swasta dan 19 anak di TK.

7. rata rata jumlah siswa di setiap cabang berbeda dari satu level ke level lainnya tergantung pihak pengelola pendidikan. Rata rata jumlah siswa di TK mencapai 25 anak di setiap cabang. Dan di tingkat dasar rata rata jumlah siswa mencapai 3.406 siswa. Adapun di tingkat SMU rata rata mencapai 3.007 siswa untuk setiap cabang. Rata rata jumlah siswa di tingkat cabang berdasarkan pihak pengelola pendidikan sebagai berikut: 3.409 siswa di setiap cabang pada sekolah negeri, 3.904 siswa pada setiap cabang di sekolah lembaga internasional, 2.403 siswa pada setiap cabang di sekolah swasta.

8. Telah dicetak buku sekolah sebanyak 1.404.130.535 dengan biaya 1.204.490.340 dolar.

9. Laboratorium computer sebanyak 1.188 buah yang terdapat di sekolah sekolah

10. Laboratorium penelitian sebanyak 1.233 buah

11. Sekolah sekolah yang tersambung dengan jaringan internet sebanyak 121 sekolah

12. Perpustakaan lengkap sebanyak 1.341 buah di sekolah sekolah

13. Terdapat 623 petugas BP (Bimbingan dan Penyuluhan) di 1.073 sekolah, dengan persentase 70% di tepi barat, 275 konsuler atau 90% di sekolah sekolah distrik Gaza.

14. Program pemberantasan buta hurup. Terdapat 117 kelas yang tersebar di propinsi selatan yang memberikan pengajaran untuk orang dewasa.

15. Statistik pelanggaran yang dilakukan Israel dalam bidang pendidikan semenjak 28-9-200031-3-2007 :

Jumlah

keterangan

no

1.189 Pelajar dan mahasiswa, 330 diantaranya adalah anak-anak

Pelajar dan mahasiswa yang di tangkap

1.

107 guru dan karyawan

Guru dan karyawan di lembaga pendidikan tinggi

2.

1.125 sekolah dan yayasan perguruan tinggi

Sekolah yang ditutup akibat agresi Israel

3.

12 sekolah dan universitas

Sekolah dan universitas yang ditutup atas perintah militer

4.

359 sekolah, kantor pendidikan dan pengajaran dan universitas

Yayasan pendidikan dan pengajaran yang terancam roboh

5.

43 sekolah

Sekolah yang beralih fungsi menjadi barak militerٍ

6.

870 syahid

Para syuhada dari kalangan guru, siswa, mahasiswa dan pegawai

7.

Pendidikan di Jalur Gaza

Pendidikan di Gaza menghadapi serangan terus menerus dari agresor Israel semenjak beberapa tahun. Untuk menghancurkan pendidikan, mereka melakukan penyerangan militer dan politik, melakuakan blokade dan penutupan, dan melarang masuknya barang-barang kebutuhan terutama kebutuhan dan perlengkapan di bidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan dengan target membuat generasi anak-anak yang bodoh. Statistik departemen pendidikan dan pengajaran Palestina menyebutkan bahwa 1.200 siswa yang lulus ujian tingkat SMU pada tahun 2008 dan siswa yang berminat belajar di luar negeri terancam gagal melanjutkan studi mereka. Para siswa yang berprestasi akan kehilangan beasiswa pendidikan yang mereka peroleh dari sejumlah Negara arab dan asing selama penutupan jalur transportasi dan larangan bepergian masih diberlakukan. Penderitaan juga menimpa siswa-siswa yang dilarang untuk pulang ke negeri mereka kecuali setelah menamatkan pendidikan tingginya.

Pelanggaran pendidikan yang terjadi di distrik Gaza berupa :

1. Penutupan jalur lintasan dan embargo ekonomi.

Embargo ekonomi mengancam masa depan sekitar 446.189 siswa siswi di distrik Gaza pada tingkat SD, SMP dan SMA yang tersebar di 629 sekolah yang tergabung dalam sekolah negeri, sekolah lembaga donor dan sekolah swasta. Penutupan jalur sejak lebih dari satu tahun setengah telah menghalangi sekitar 700 siswa untuk melanjutkan studi mereka di universitas di luar negeri sesuai dengan statistik pusat perlindungan hak-hak palestina. beasiswa FULLBRIGHT Amerika misalnya,

Sejumlah beasiswa pendidikan yang diperoleh siswa dari yayasan Fullbright ditarik kembali karena keterlambatan mereka di wasington akibat pemerintah Israel menolak untuk memberi izin kepada mereka untuk meninggalkan gaza.

2. Kekurangan fasilitas fisik dan perlengkapan akibat embargo

Kekurangan buku sekolah dan perlengkapannya berdampak buruk bagi para siswa di distrik gaza menurunnya kualitas pendidikan mereka disamping berakibat buruk secara psikologis bagi setiap siswa, guru dan pemerintah. Berdasarkan laporan yayasan hak-hak asasi manusia di gaza menunjukan bahwa keterbatasan jumlah buku tingkat SD mencapai 50%, di tingkat SMP 30% atau sekitar 69.970 siswa tingkat SD dan SMP tidak memiliki buku sekolah. Departemen pendidikan dan pengajaran menutupi kebutuhan 70% siswa dengan cara memanfaatkan buku-buku lama dan buku-buku yang diambil dari siswa-siswa pada tahun-tahun sebelumnya. Disebutkan pula bahwa para guru sulit mendapatkan kapur untuk menulis.

Semua proyek pengembangan untuk laboratorium computer atau laboratorium penelitian terhenti disebabkan kekurangan perlengkapan yang dibutuhkan. Telah Terjadi penyusutan jumlah laboratorium computer sebanyak 4% disebabkan ditariknya computer dari laboratorium sekolah yang didistribusikan untuk kebutuhan kantor karena sangat kekurangan computer dan menganggur disebabkan putusnya aliran listrik secara berulang-ulang dan tidak di izinkan masuknya computer-komputer baru. Putusnya aliran listrik berlangsung selama lebih dari 8 jam melebihi jam pelajaran penuh. Embargo ekonomi menyebabkan terhentinya proyek pengadaan jaringan intrenet bagi sekolah disebabkan karena perlengkapan yang diperlukan untuk keberlangsungan proyek ini tidak bisa masuk ke distrik gaza sehingga proyek terhenti secara total.

3. invasi- invasi Israel yang terus menerus menyebabkan syahidnya sejumlah siswa dan guru dan berkurangnya jumlah mereka. Di samping itu invasi Israel menyebabkan rusaknya sekolah-sekolh seperti rusknya fakultas pertanian di jiblia yang di bombardir oleh tang-tang Israel. Dan kejadian-kejadian seperti ini banyak terjadi. Penarikan pasukan penjajah Israel dari distrik tidak berarti bahwa invasi berhenti begitu saja, justru invasi terus berlangsung terutama di titik-titik pertemuan dengan lawan.

4. Penangkapan-penagkapan dengan dalih keamanan

Penjajah Israel merasa tidak cukup dengan menutup jalur lintasan bahkan menyusun model penyesatan baru melalui bantuan internasional yang memberi para pelajar di gaza visa keluar masuk dan visa belajar di negarannya dengan memasukkan informasi keamanan yang di rekayasa dengan maksud supaya mereka tercatat di "daftar hitam" untuk selamanya.

5. kekisruhan politik dalam negeri

Kekisruhan politik di dalam negeri menyebabkan :

1. 80% guru melakukan pemogokan dan mereka diganti dengan guru baru, mereka adalah para insyinyur yang mengajarkan matematika. Walaupun demikian krisis masih terjadi disebabkan aksi-aksi pemogokan.

2. pemotongan gaji semua pegawai selain mereka yang melakukan pemogokan tanpa memperhatikan afiliasi politik dan partai mereka.

Pendidikan di Tepi Barat

Tepi barat memiliki kekhususan dibanding gaza baik secara demografi, politik maupun geografi. Hal-hal yang menghalangi proses pendidikan di tepi barat diantaranya :

1. Dibangunnya tembok pemisah

2. Barikade militer

3. Penganiayaan terhadap guru dan siswa baik dengan penangkapan ataupun penyiksaan.

Agresi, embargo dan invasi yang dilancarkan Israel bertanggung jawab dalam kemerosotan dan kemunduran pendidikan selain berdampak buruk pada aspek psikologis siswa.

Sebagaimana yang telah kami sebutkan bahwa rintangan yang paling penting bagi pendidikan adalah tembok pemisah. Karena itu, kami sengaja bahas masalah ini secara terpisah :

Pendirian tembok ini menyebabkan perampasan 10% tanah tepi barat mencapai 160-18000dm, dan diperkirakan panjang tembok ini tiga kali lipat panjang tenbok berlin dan dua kali lipat tingginya.

Tembok pemisah mengisolasi sekitar 89.500 orang palestina dari penduduk tepi barat, selain itu 200.000 orang palestina terisolasi di dalam al quds dari tepi barat sebagaimana mengisolasi 36 kelompok penduduk di dalam tembok di beberpa daerah :Jenin, Tolkrem, Kolakiliah, Betlehm, Selatan Hebron dan daerah pinggiran Yerussalem. Pengisolasian ini termasuk pelanggaran yang memiliki dimensi yang berbeda pada setiap tingkat social, ekonomi, kemanusiaan dan pendidikan.

Diantara bentuk pelanggaran di bidang pendidikan yang diakibatkan adanya tembok pemisah rasialis ini:

1. sebanyak 2.898 siswa di propinsi Jenin dan Tolkarm, dan Kolakiliah tidak mampu menamatkan pendidikan mereka akibat adanya tembok pemisah yang menghalangi mereka untuk sampai ke sekolah.

2. 60 km dari Universitas Al quds mengalami penyusutan, hal itu karena tembok melintasi bagian barat tanah universitas. Tanah yang menyusut mencapai sepertiga tanah universitas.

3. Diantara aktivitas sehari-hari yang sering dilakukan ialah penyiksaan di pintu gerbang tembok ehingga guru wanita sering mendapatkan pelecehan dengan ucupan yang menyebalkan dari tentara Israel, yaitu dengan pemeriksaan badan.

4. diantara aktivitas yang menyakitkan ialah tidak diizinkannya siswa dan guru untuk pergi ke sekolah mereka di sebagian besar hari dengan alas an dan cara-cara yang berbeda. Kadang mereka diizinkan untuk melintasi setelah mendekati waktu berakhirnya waktu belajar.

Dan kami tegaskan disini bahwa tembok Israel dan kebijakan politik Israel yang berhubungan dengan pendidikan telah melanggar perjanjian dan UU berikut ini :

1. UU pengajaran pendidikan wajib Israel yang mewajibkan pemerintah untuk menyelenggaran pendidikan secara gratis bagi setiap anak yang berumur 5-15 tahun tanpa melihat apakah anak ini tercatat sebagai penduduk di departemen dalam negeri atau bahkan kedua orang tuanya tinggal secara tidak resmi.

2. klausal 50 dari perjanjian Jenewa yang ke 4 yang menuntut Israel sebgai agresor untuk memudahkan bagi yayasan-yayasan yang membaktikan diri untuk melindungi anak-anak dan pendidikan mereka untuk menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya.

3. Perjanjian yang dibuat untuk menolak diskriminasi dalam pendidikan yang melarang dengan keras pembatas pendidikan terbatas bagi kelompok bagi yang memiliki kedudukan baik individu ataupun kelompok.

4. Kampanye internasional untuk hak azasi manusia yang menegaskan bahwa pendidikan adadlah hak bagi setiap orang.

5. Perjanjian hak-hak anak yang menegaskan bahwa negara wajib mengakui hak anak dalam pendidikan di atas prinsip persamaan kesemptan.

6. Kesepakatan internasional seputar hak-hak ekonomi, social dan budaya yang menegaskan bahwa pendidikan itu hak setiap orang dan pendidikan dasar wajib dan tersedia bagi semua orang secara gratis.

Untuk penjelasan lebih lengkap dalam masalah ini anda bisa mengunjungi departemen pendidikan tinggi palestina www.moe.gove.ps

PENDIDIKAN DI AL QUDS

Apabila pendidikan begitu penting, maka alangkah pantasnya kalau perhatian terbesar diarahkan untuk membangun peradaban kota Al quds yang memiliki kedudukan khusus di mata bangsa-bangsa dunia sebab dia merupakan tempat turunnya tiga risalah samawi dan juga merupakan tempat bertemunya ambisi perang sepanjang sejarah.

Nampak nyata bagi kita apa yang dilakukan oleh penjajah zionis yang tercermin dalam rencana-rencana yang cermat untuk menghapus identitas arab bagi kota Al quds terutama di bidang pendididkan, dengan cara mengajarkan bahasa ibrani dan melarang pengajaran pendidikan kewarganegaraan palestina serta memperburuk kenyataan sejarah dan geografi kota Al quds dan penjajahan secara ekonomi yang dirasakan penduduk Al quds dan menganggap mereka sebagai pendatang bukan bangsa di negerinya sendiri.

1. Jumlah penduduk arab di kota Al quds pada akhir tahun 2006 mencapai 252.400 orang atau mendekati 34% dari jumlah total penduduk Al quds timur dan barat.

2. Adapun yahudi jumlahnya mencapai 481.000 orang atau 66% dari seluruh penduduk kota Al quds bagian timur dan barat. Al quds dihuni sekitar 15.000 orang kristiani.

3. Ketika penjajah berusah menambah jumlah yahudi dengan berbagai cara yaitu dengan perluasan batas-batas al quds untuk menambah jumlah penduduk yang memiliki kepadatan dan mempersempit penduduk arab untuk bertambah banyak dan melarang pembangunan tempat tinggal serta mewajibkan pajak dan mengintimidasi penduduk agar meninggalkan kota al quds ke kota yang berada di tepi barat atau ke luar negeri.

4. Jumlah penduduk arab di Al quds bertambah sedikit dari seperempat juta orang, rata-rata bertambah 4,1% tiap tahun, sedangkan pertambahan yahudi rata-rata hanya 1,2%

5. Bertambahnya penduduk Al quds secara cepat kembali kepada keadaan mereka sebagai masyarakat baru. Bertambahnya penduduk secara cepat walaupun terjadi penyusutan identitas penduduk Al quds yang kebanyakan mereka tinggal di luar selama 7 tahun berdasarkan UU Pusat Kehidupan pada tahun 1950 dan tahun-tahun selanjutnya.

6. Adapun jumlah siswa pada penduduk Al quds mencapai 35% dari total penduduk arab. Jumlah ini mewakili jumlah orang-orang yang berumur antara 5-18 tahun atau umur awal tingkat TK sampai SMU.

7. banyaknya pihak yang menangani masalah pendidikan di Al quds. Kolom berikut ini menjelaskan distribusi sekolah dan jumlah siswa :

Persentase siswa

cabang

Jumlah siswa

Jumlah sekolah

Jenis sekolah

53%

1119

37.934

48

Sekolah negeri israel

17%

472

12.243

38

Sekolah wakaf islami

5%

105

3.535

8

Sekolah wikalah

25%

685

17.973

47

Sekolah swasta

100%

2381

71.685

141

total

Nota kesepakatan perundingan di bawah pengawasan PBB untuk pendidikan untuk mengembangkan pendidikan di al quds, sejumlah cendekiawan dan praktisi pendidikan dari dalam dan luar al quds kami hidangkan pada anda sekalian poin-poin penting sebagai hasil dari perundingan :

1. Pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan pendidikan di Al quds mereka ialah :

1. Siswa

2. Guru

3. Lembaga pendidikan

4. Penjajah israel

5. Otoritas palestina

6. Lembaga-lembaga non profit

7. Orang kaya

8. Tokoh masyarakat dan para pemikir

9. Media masa

10. Masyarakat Al quds

2. masalah-masalah penting yang wajib di perhatikan di bidang pendidikan ialah :

1. Berkembangnya sekolah-sekolah pemerintah Israel.

2. Penduduk Al quds dianggap sebagai orang pendatang

3. proyek zionis guna menghapus identitas bangsa palestina

4. Kebutuhan akan adanya koordinasi antara sumber-sumber pendidikan

5. Menyiapkan murid dalam kelas (ruang kelas yang sempit)

6. Lemahnya infrastruktur (pembangunan laboratorium, fasilitas dan aula)

7. Lemahnya kontribusi pemerintah palestina untuk pendidikan

8. Lemahnya program perekrutan dan penyeleksian guru

9. Rendahnya gaji guru dan hilngangnya motivasi karena berkembangnya sekolah pemerintah dan bertambahnya biaya

10. Adanya ketidakjelasan visi dan lemahnya kemauan yang dimiliki siswa atas siatuasi dan kondisi yang meliputi mereka.

11. Kurikulum yang membutuhkan pengembangan (pengembangan kurikulum)

12. Pemerintah Israel menutup terhadap universitas dengan dalih yang jelek sebagai halangan kemajuan dan perkembangan pendidikan

13. Mendayagunakan wakaf di dalam maupun di luar al quds dan palestina

14. Memperkokoh tali ikatan masyarakat al quds di tengah-tengah tekanan dan penderitaan di bidang pendidkan dan yang lainnya

Inilah 14 poin dari 20 poin yang dihasilkan dari pertemuan yang kami anggap sangat penting.

REKOMENDASI UNTUK KEBANGKITAN PENDIDIKAN DI AL QUDS

Kami memandang untuk menempatkan rekomendasi di akhir tulisan pada rekomendasi-rekomendasi umum untuk pendidikan palestina. Hal itu sesuai dengan rekomendasi-rekomendasi untuk pendidikan palestina.


Kami mohon kepada Allah semoga rekomendasi ini sebagai awal kebangkitan pendidikan di
kota al quds.

Semua memanggil al quds yang telah dirampas

Allah telah menurunkan padanya tanda tanda yang menjadikan manusia dan jin mulia

Katakanlah kepada orang yang menyangka bahwa kami tidak akn kembli kepadanya

Sungguh persangkaanmu telah keliru karena bisikan syetan.

PENDIDIKAN DI KAMP-KAMP PALESTINA

Ketika berbicara mengenai pendidikan di palestina kami tidak akan melupakan 67,7% anak bangsa palestina dan Israel lah yang mesti bertanggung jawab secara UU politik dan moral akan munculnya masalah pengungsi dan efek-efek yang ditimbulkannya. Di sini kami akan membahas para pengungsi palestina di Libanon, Yordania dan Rusia saja.

1. Libanon

Para pengungsi di Libanon mengalami dua penderitaan, kami akan menjelaskan masalah-masalah yang berkenaan dengan pendidikan dan akan menitik-beratkan pada masalah yang berkaitan khusus dengan pendidikan karena tulisan kita mengkhususkan masalah pendidikan. Diantara penyebab utama rendahnya kualitas pendidikan bagi siswa palestina di Libanon adalah :

· 1. Jumlah sekolah : salah satu penyebab paling menonjol rendahnya kualitas pendidikan di sekolah-sekolah ANRU dan

  • ·Jumlah sekolah yang terbatas , dan kebanyakan berada di lokasi-lokasi perkemahan
  • · Terlalu banyak jumlah siswa di dalam kelas. Di banyak sekolah, jumlah siswa di kelas lebih dari 50 siswa.
  • ·Adanya dua system yang berlaku di kebanyakan sekolah Onro, sementara factor waktu membuat pemberian materi pelajaran dan kegiatan pendukung kurikulum menjadi sedikit
  • ·45% dari sekolah yang ada adalah sekolah sewa dan membutuhkan lapangan dan penerangan yang cukup.

2. Tidak adanya informasi yang mendetail tentang kurikulum pendidikan

Terdapat gap yang sangat luas antara informasi yang mengaitkan kurikulum pendidikan di departemen pendidikan dan para guru secara umum, dan di sekolah-sekolah Onro khususnya. Ini menuntut tujuh tam pengajaran dalam sehari yang mana bertentangan dengan sitem pengajaran dua shift yang memangkas jam pelajaran. Ditambah lagi dengan kebutuhan kurikulum baru seperti fasilitas seperti laboratorium, computer dan lain-lain, dan ini sulit bagi Onro untuk memenuhinya.

3. tidak adanya tekonologi terbaru untuk mengikuti kurikulum baru.

Hal ini tentu saja menuntut ditambahnya laboratorium, perpustakaan, lapangan, media pembelajaran, computer, radio, media hiburan yang sangat dibutuhkan oleh sekolah-sekolah.

4. kurangnya kondisi material

Hal ini ditandai dengan meningkatnya fenomena bergabungnya para siswa di kamp-kamp pada pekerjaan-pekerjaan ringan di luar rumah pada lima tahun terakhir. Selain itu mereka mengalami pengabaian, dan kebanyakan para siswa putus sekolah mengalami hal hal sebagai berikut :

- Perasaan tidak aman karena aksi-aksi kekerasan

- Depresi dan stress

- Stress psikologis dan social akibat dari situasi kehidupan yang makin sulit.

Penelitian yang dilakukan oleh organisasi FAFO pada 1992 mendeskripsikan poin-pon berikut :

- Bertambahnya angka rata-rata siswa putus sekolah di sekolah-sekolah ANRO yang berumur kurang dari 15 tahun.

- Persentase angka putus sekolah pada 1999 meningkat. Barangkali sebab utamanya adalah rendahnya level pendidikan di sekolah dan mundurnya system pendidikan di sisi lain. Selain itu factor lain yang berperan adalah para siswa tidak menerima bantuan dari orang tua mereka atau dari sumber lain yang level pendidikannya rendah.

- Hasil riset FAO di kamp-kamp pengungsian di Libanon (dan pertama kalinya diumukan di konfrensi UNICEF local yang diselenggarakan di Amman, Juni 2000) dan di Beirut, Mei 2003 adalah sebagai berikut :

a. 10 % dari pekerja anak berusia 14 tahun.

b. 30 % dari pekerja anak berusia 15 tahun.

c. 35% dari pekerja anak berusia 17 tahun.

d. Hanya 20% dari pekerja anak yang terdaftar di sekolah, sedangkan sisanya mencicipi pendidikan yang sangat terbatas.

5. Pengkatrolan nilai. Tingginya persentase siswa-siswa yang mendapat nilai rendah dan bahkan yang tidak lulus tapi nilainya dikatrol sehingga jadi lulus. Mungkin lebih baik menentukan standar nilai kelulusan sejak awal masuk sekolah.

6. Mundurnya pelayanan dan servis yang dilakukan oleh ANRO, bahkan bujet yang diajukan untuk sector pendidikan tidak sinkron dengan bertambahnya pertambahan angka penduduk yang menjadi pengungsi Palestina di Libanon.

7. Kurangnya perhatian keluarga terhadap anak, dan tidak adanya pengawasan masyarakat.

Yang terjadi, para siswa dibiarkan tanpa adanya pertanggungjawaban, sehingga tidak ada prinsip ganjaran dan sanksi. Sebabnya adalah keluarga tidak peduli terhadap masalah itu ditambah lagi dengan terbatasnya wawasan mereka (bahkan juga melanda para guru dan cendekiawan) dalam situasi sempitnya lapangan kerja.

Sedangkan di level perguruan tinggi, ANRO tidak berkontribusi secara financial terhadap urusan uang kuliah, buku-buku, kertas dan transportasi, padalah tingkat perguruan tinggi adalah tingkat pendidikan yang memerlukan banyak biaya. Hal ini tentu saja menyebabkan hilangnya gairah dan ambisi mahasiswa dalam belajar. Apalagi jika impian mereka untuk menjadi dokter, atau insinyur disebabkan tingginya biaya kuliah di universitas swasta, lalu para mahasiswa masuk ke universitas yang tidak memiliki semua jurusan, maka punahlah impian mereka. Hal ini juga menyebabkan mereka mengalami depresi dan tekanan mental. Demikianlah, para mahasiswa Palestina juga tidak mendapatkan beasiswa yang seharusnya diberikan oleh ANRO.

II. YORDANIA

Terdapat sekitar 50.601 pengungsi yang tercatat di kamp-kamp pengungsian di Yordania, sedangkan angka sesungguhnya sekitar seratus ribu jiwa. Jumlah sekolah dasar dan menengah 177 sekolah. Sedangkan jumlah siswa yang tercatat ada 129.327 siswa dan siswi.

Ada beberapa hal yang menjadi hambatan bagi para siswa Palestina di Yordania :

1. Sekolah menerapka system masuk dua shift, pagi dan sore karena kurangnya bangunan dan dana untuk membangun sekolah-sekolah baru, dan ini pada gilirannya hal ini menyebabkan berjubelnya siswa dalam satu kelas, sekitar 50 siswa.

2. Institusi perwakilan menolak anggaran untuk penambahan jumlah buku-buku oleh karena UNESCO tidak menyetujuinya.

3. Butuh surat keterangan dari departemen dalam negeri untuk diterima di sekolah-sekolah Yordania.

4. Di universitas-universitas negeri, mahasiswa diharuskan membayar uang kuliah tiga kali lipat.

5. Kesulitan keuangan akibat tidak diterimanya mereka di tempat-tempat kerja.

III. SURIAH

Realitas pendidikan yang ada di kamp-kamp pengungsi Palestina di Suriah mengalami kemajuan yang cukup pesat, dimana persentase buta huruf turun dari 19% pada 1984 menjadi 11 % pada 1995.

Kebanyakan siswa SD dan SMP masuk ke sekolah-sekolah Wakalah al-Ghauts (Institusi untuk membantu pengungsi),sedangkan 25% dari mereka masuk ke sekolah negeri.

1. Kendala terbesar yang dihadapi oleh orang Palestina di SUriah dan ini berpengaruh terhadap kehidupan mereka khususnya di sector pendidikan adalah kemiskinan dan kondisi ekonomi yang rendah.

2. 70% dari penduduk di kamp-kamp pengungsi Palestina di suriah hidup di bawah garis kemiskinan.

3. Ada juga siswi menunggu saudaranya untuk secara bergantian memakai seragam sekolah, kemudian baru pergi ke sekolah. Misalnya, satu keluarga memiliki 4 anak, sementara harga seragam sekolah 40 dolar, berarti 160 dolar untuk empat anak, sehingga hal ini menyulitkan orang tua.

4. Pengungsi Palestina tidak mengalami kesulitan menyekolahkan anaknya ke sekolah dan universitas di Suriah. Persyaratan dan ketentuan yang berlaku bagi mereka sama dengan yang diberlakukan terhadap orang Suriah.

5. Sebenarnya terdapat bantuan-bantuan financial, namun tidak mencukupi untuk mengatasi kesulitan keuangan pengungsi Palestina.

6. Keadaan semakin sulit dan kompleks manakala siswa masuk ke perguruan tinggi dan SMU, karena selain masalah uang kuliah yang semakin besar, meningkat juga ongkos transportasi, uang saku dan lain-lain.

7. Diantara problem pendidikan adalah berjubelnya siswa dalam satu kelas, dimana jumlah siswa dalam satu kelas mencapai 60 siswa.

8. Bantuan yang diberikan kepada sekolah-sekola ANRO semakin berkurang. Tidak ada lagi pembagian buku-buku baru, sehingga buku pelajaran yang ada semakin lusuh dan lecek karena dipakai secara bergiliran diantara siswa dari tahun ke tahun ditambah dengan keluarga harus juga menanggung biaya buku sekolah dan biaya lainnya.

REKOMENDASI DAN HARAPAN BAGI KEBANGKITAN PENDIDIKAN PALESTINA

1. Menjalankan proyek perekrutan tokoh dan para pemikir untuk berkontribusi dan mengerahkan kemampuan mereka untuk memperkaya data pendidikan dan membuat proyek yang kokoh dan berpengaruh yang menjadi sumber referensi khususnya di kota madinah.

2. di bawah bayang-bayang gambaran realitas sekarang pendidikan palestina khususnya di al quds merekomendasikan untuk membentuk komite penerangan yang berfungsi untuk membantu pendidikn palestina di setiap penjuru khususnya al quds yang dipancarkan ke sejumlah saluran parabola.

3. mendahulukan proyek-proyek fungsional strategis dalam dua bentuk (social dan bisnis) yang aman dan transparan ang menarik investor.

4. merekomendasikan untuk mempersiapkan langkah strategis jelas dan terperinci untuk pengembangan pendidikan di palestina terutama di al quds, dengan cara konsolidasi dan kerjasama dengan semua pihak yang terkait.

5. menyediakan bantuan materi secara terus-menerus dan sesuai untuk melaksanakan proyek pandidikan yang sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan.

6. membangun sekolah-sekolah swasta yang dibiayai dari orang kaya untuk membantu orang-orang Palestina.

7. mengembangkan proyek khusus untuk mempersiapkan, menyeleksi dan mengembangkan para guru sesuai dengan strategi tertentu dan mengawal perkembangannya.

8. membentuk komite khusus dan membantunya secara materi untuk mengembalikan model kurikulum pendidikan yang sesui dengan identitas palestina, arab dan islam, dan memberikan bimbingan dalam mengembangkan kurikulum ( sekolah-sekolah ANRO ) khususnya di al quds dan daerah-daerah yang berada dalam penjajahan.

9. menyiapkan dan melakukan inovasi proyek pendidikan yang strategis dan professional.

REFERENSI DAN SUMBER RUJUKAN

Referensi :

1. Al Quran

2. Shahih Muslim

3. Shahih Bukhari

4. Sunan Tirmidzi

5. Mu'jam Al ghoni

6. Kamus Al muhith

Sumber Rujukan :

1. Organisasi Palestina untuk kemerdekaan

2. Situs Departemen Pendidikan Tinggi Palestina www.moe.gov.ps

3. Yayasan Hak-hak Asasi Manusia Gaza

4. Wawancara dan tukar pendapat secara khusus dan langsung di Palestina

5. Wawancara dan tukar pikiran dari penjuru palestina

6. Forum diskusi pendidikan di al qud antara kenyataan dan harapan yang diadakan oleh Organisasi dunia untuk Pendidikan tanggal 3-9-2008 M

7. Kantor Umum Urusan Hubungan luar Negeri DEpartemen pendidikan dan Pengajaran Palestina.


#Lembar Kerja Konferensi Kemanusiaan Internasional Untuk Korban Penjajahan

Read more
 
Powered by Blogger