Unsur-unsur yang mempengaruhi perkembangan kepribadian

Unsur kepribadian
Ada beberapa unsur yang membantu tercapainya sarana prasarana serta metode-metode pengembangan kepribadian, antara lain:


1. Bakat untuk berkembang dan berkontribusi

Jika seseorang menelusuri perjalanan kehidupan para tokoh dunia niscaya dia akan menemukan bahwa tokoh-tokoh tersebut memiliki bakat dan keunggulan yang jarang dimiliki keumuman manusia. Bakat dan keunggulan ini kemudian ditunjang dengan sarana prasarana pembinaan yang mendukung sehingga mereka memiliki kepribadian yang super. Dan ini diantara taqdir Allah SWT yang berlaku bagi manusia. Dalam sebuah hadits dikatakan:
" Manusia itu bagaikan barang tambang, maka orang yang terbaik di zaman jahiliyyah tetap akan menjadi yang terbaik di zaman Islam jika mereka memahami Islam"
{Shahih Muslim hadits nomor 2526,4/1957 dengan lafadz seperti yang diriwatkan muslim dan Bukhori. Lihat kembali Fathul Bari hadits Nomor 3493,6/552 terbitan Salafiyah}

Emas akan semakin berkilau dan terlihat lebih indah jika mendapat perawatan yang baik. Demikian juga dengan perak, jika terus-menerus digosok maka akan bertambah putih. Namun, bagaimanapun putihnya perak, sampai kapanpun tetap tidak akan berubah menjadi emas. Beberapa hadits menjelaskan makna ini:misalkan hadits yang berbunyi: " Manusia itu bagaikan seratus ekor unta.......", atau seperti perkataan Rasulullah saw."Abu dzar lemah untuk menjadi seorang pemimpin.”


Maksuroh ibn Duraid Al Azdi berkata:
Barang siapa tidak berhenti pada akhir kemampuannya
Maka langkahnya akan terseok-seok

2. Lingkungan Masyarakat

Lingkungan masyarakat ini akan berpengaruh pada kepribadian seseorang. Hal ini Dapat kita lihat dari beberapa indikasi:
a. Persepsi seseorang bahwa masyarakat membutuhkannya
Yaitu perasaan khawatir -jika dia tidak memegang kendali- akan memperoleh kehancuran dan dia pun terkena dosanya. Kekhawatiran ini bisa terhadap kehidupan dunia atau terhadap kehidupan akhirat. kekhawatiran terhadap kehidupan dunia tidak lebih dari takut kehilang harta, kehormatan atau yang lainnya. Kekhawatiran terhadap hilangnya hal-hal keduniaan ini bukanlah kekhawatiran yang sesungguhnya. Kekhawatiran yang hakiki adalah khawatir ketika kita berhadapan dengan Allah SWT tidak membawa bekal. Maka kekhawatiran seperti ini yang akan menumbuhkan motivasi untuk beramal. Seperti yang dikatakan Rasulullah Saw :
"Barang siapa takut berjalan di malam hari namun ia tetap melakukan perjalanan itu maka pasti akan sampai ke tempat tujuannya, sungguh barang dagangan Allah – surga- itu sangat mahal”
{Hadits hasan gharib, dalam Sunan Tirmidzi}

b. Tabiat masyarakat yang kondusif untuk berkreasi dan melahirkan kerja produktif.

c. Tersedianya prasarana yang membantu perkembangan kepribadian seperti tradisi menghormati para ulama dan memberdayakan mereka untuk mengajarkan ilmunya, Menyiapkan perpustakaan-perpustakaan, memberikan kesempatan yang cukup bagi para inovator tersebut dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, sehingga mereka tidak disibukkan oleh hal-hal seperti itu.

d. Adanya qudwah di masyarakat. Tak ada seorangpun yang mempertentangkan urgensi qudwah ini, oleh karenanya perbuatan seorang hakim bagi seribu orang lebih baik dibanding ceramah seribu orang kepada satu orang.
Seorang penyair berkata:
Seribu manusia bagaikan seseorang diantara mereka
Dan seorang manusia bagaikan seribu orang jika kondisinya menghendak


3. Tabiat pertumbuhan pertama
Yaitu pembinaan pertama yang akan menanamkan hal-hal fundamental, membuang jauh sifat ketergantungan dan mengikatnya dengan matslul 'ala (figur teladan).


4. Selalu menghadirkan niat untuk beramar makruf nahi munkar


5. mengaktifkan semangat berpikir dan tajdid -pembaharuan- yang selaras dengan al Qur'an dan as Sunnah.

comment 0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger