Palestina: Antara Fakta dan Realita [2]

Sebab Kemunculan Zionis 
Beberapa sebab yang melatar belakangi munculnya gerakan Zionisme yang berupaya membangun eksistensi yahudi di Palestina, berawal dari: 

a) Munculnya kecenderungan-kecenderungan zionisme yang mendukung dikumpulkannya yahudi di Palestina. Dimana, kecenderungan itu berasal dari kalangan umat kristiani Eropa, terutama kristen Protestan, sejak abad ke enam belas masehi.
b) Munculnya ideologi Nasionalisme dan bermunculannya negara Nasionalis di Eropa, khususnya pada abad 19 M. 
c) Munculnya “Persoalan Yahudi” khususnya di Eropa Timur. 
d) Penindasan-penindasan terhadap bangsa Yahudi yang dilakukan Rusia. 
e) Kemampuan Yahudi menguasai posisi-posisi berpengaruh di Eropa dan Amerika. f) Gagalnya gerakan Pencerahan Yahudi “Heskla” yang berusaha untuk mengintegrasikan bangsa yahudi dengan komunitas masyarakat dimana mereka berada.

Tujuan Didirikannya Entitas Yahudi

Gagasan didirikannya entitas Yahudi tiada lain agar memainkan peran sebagai “Negara Tirai” yang disokong penuh oleh Barat, terutama Inggris, yang memiliki peran penting di Barat (ketika itu). Maka keberadaan Zionis dijantung Dunia Islam memiliki target memecah dua sayap Dunia Islam di Asia dan Afrika menjadi dua bagian terpisah. Melemahkan dan mengaborsi kesatuan dunia Islam, serta membiarkannya tercerai berai dan tidak punya tenaga untuk bangkit. Melanggengkan wilayah ini dalam subordinasi, mobilisasi dan ketergantungan kepada produk dan pasar Barat. Target lainnya, mengaborsi munculnya kekuatan besar Islam yang menggantikan posisi Daulah Utsmaniyah yang berada dalam fase kehancuran. Bercokolnya entitas Yahudi-Zionis yang terus berkembang dan mapan di tengah-tengah permusuhan, juga demi menjamin lemahnya negara-negara muslim disekitarnya yang terpecah-belah dan terbelakang. Maka sebaliknya, kebangkitan, kesatuan dan kekuatan umat berkaitan erat dengan pemberangusan proyek Yahudi-Zionis yang bercokol dijantungnya.

Sekilas Tentang Gerakan Zionisme

Gerakan Zionisme Internasional berdiri di Basl, ibukota Swiss, pada bulan Agustus 1897. Gerakan yang dipimpin Theodore Herzl ini mengikatkan dirinya dengan proyek kolonial Barat. Sampai berakhirnya Perang Dunia Pertama, gerakan ini belum dapat merealisasikan target apapun. Gerakan Zionisme adalah gerakan rasial yang berdiri diatas dogma-dogma dan latarbelakang agama, masa lalu dan nasionalisme Yahudi. Syarat keberhasilan mereka berkaitan erat dengan hilangnya seluruh hak penduduk Palestina Arab di kampung halaman mereka sendiri. Secara subtansi, pokok-pokok pemikiran Zionisme, tidak jauh berbeda dengan  aliran-aliran pemikiran yang ada seperti  Sekulerisme, Sosialisme. Pada akhirnya, Zionisme seluruhnya punya satu kesamaan, mereka sama-sama berupaya merealisasikan target utama mereka.

Bersambung...

comment 0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger