Tamu Terakhir Mengunjungi Kita

kematian
Tamu terakhir itu pasti akan datang menemui kita.
Ia datang bukan untuk mengambil paksa sebagian harta milik kita.
Bukan pula ingin menyantap makanan di meja makan dan mengambil minuman di lemari es milik kita.
Tidak pula ingin meminta pertolongan kepada kita untuk melunasi hutang-hutangnya. Atau pun meminta syafaat.
Dan bukan pula menghiba kepada kita agar diringankan beban berat yang ia tanggung.

Ia datang kepada kita membawa misi dan tugas yang pasti.
Kita, kerabat, handaitaulan dan bahkan jika penduduk bumi seluruhnya dikerahkan; tak mampu menahan ketibaannya.
Jika kita berlindung di sebuah istana yang megah, yang dikelilingi benteng kokoh dan pagar-pagar yang kuat. Dan kita dijaga para pengawal dan bodyguard sekalipun, maka dengan mudah ia menerobos masuk menjumpai kita.
Sesungguhnya ia tak perlu mengetuk pintu atau meminta izin bertemu dengankita.
Atau membuat janji sebelumnya dengan kita.
Bahkan ia datang menemui kita setiap waktu dan dalam keadaan yang bagaimanapun jua. Sibuk ataukah senggang. Sehat atau sakit, kaya atau miskin, di perjalanan atau menetap di sebuah tempat

Tamu kita ini tidak memiliki kelembutan hati, yang akan tersentuh oleh kata-kata hiba dari kita atau luruh melihat tetesan air mata kita. Tetap kunjungannya tak akan mundur walau sesaat.
Demikian pula ia tidak menerima hadiah dan suap. Karena harta dunia seluruhnya tidak sebanding baginya dengan apa pun walau seharga sayap nyamuk.
Karena yang dia kehendaki hanyalah diri kita. Bukan selain kita. Yah ia ingin mengambil ruh kita. Memisahkan nyawa dengan raga kita. Itulah akhir perjalanan hidup kita.

Dialah malaikat pencabut nyawa.

Ketika ia datang, maka harta yang berlimpah. Asset yang bertebaran di mana-mana. Jabatan yang disandang. Wanita jelita pendamping hidup. Mobil mewah yang dipunyai. Gaji yang besar. Dan anak-anak yang lucu dan montok. Semuanya ditinggalkan. Hanya iman dan amal shalih yang akan membantu kita di nun jauh di sana.
Ya Rabb, karuniakanlah kepada kami husnul khatimah..amien.

-Ahmad Mustaqim-


Free Counter | Diseño Web

comment 0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger