KHUTBAH ‘IDUL ADHA 1430 H:MENELADANI NABI IBRAHIM AS DALAM BERDAKWAH BERKORBAN DAN MENDIDIK ANAK


MENELADANI NABI IBRAHIM AS DALAM
BERDAKWAH BERKORBAN DAN MENDIDIK ANAK
Oleh DR. Muqoddam Cholil, MA
Jakarta, 10 Dzulhijah 1430 H


الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر
اَلْحَمْدُ لِهِله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ . واشهد ان محمدا عبده ورسوله الذى بلغ الرسالة وادى الامانة ونصح الامة برسالته الخالدة رحمة للعالمين فى ايامنا هذا وفى يومئذ يوم عسير على الكافرين غير يسير. اللهم صل وسلم على هذا النبى الكريم محمد صل الله عليه وسلم وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ باحسان اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
فقال الله تعالى في كتابه الكريم:
ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ﴿١٢٥﴾
الله أكبر الله أكبر الله أكبر و لله الحمد
Jamaah sholat Idhul-Adha rahimakumullah

Bapak-bapak, ibu-ibu serta hadirin jama’ah shalat Idul Adha Rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa memuji syukur atas segala nikmat yang Allah limpahkan kepada kita semua yaitu kenikmatan Iman dan Islam. Kenikmatan yang dengannya kita senantiasa dalam keadaan tenang dan tenteram.

Pada hari yang mulia ini, 10 Dzulhijah 1430 H seluruh umat Islam di seantero dunia memperingati hari raya Idul Adha atau hari raya qurban. Sehari sebelumnya, 9 Dzulhijah 1429 H, jutaan umat Islam yang menunaikan ibadah haji wukuf di Arafah, berkumpul di Arafah dengan memakai ihram putih sebagai lambang kesetaraan derajat manusia di sisi Allah, tidak ada keistimewaan antar satu bangsa dengan bangsa yang lainnya kecuali takwa kepada Allah.
Selanjutnya khotib mengajak jamaah sekalian untuk senantiasa berdoa kepada Allah swt agar Dia melimpahkan setinggi-tingginya penghargaan dan penghormatan, yang biasa kita kenal dengan istilah sholawat dan salam-sejahtera kepada pemimpin kita bersama, teladan kita bersama… imamul muttaqin pemimpin orang-orang bertaqwa, da’iyyan ila Allah penyeru ke jalan Allah serta qaa-idil mujahidin panglima para mujahid yang sebenar-benarnya nabiyullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para shohabatnya dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Dan kita berdo’a kepada Allah swt, semoga kita yang hadir di tempat yang baik ini dipandang Allah swt layak dihimpun bersama mereka dalam kafilah panjang penuh berkah, barisan para nabi. Amien, amien ya rabbal ‘aalaamien.
Pada pagi yang cerah ini, kita berkumpul kembali didalam masjid/diatas tanah lapang terbuka. Hari ini kita disaksikan Allah duduk bersimpuh diatas tikar-tikar ini dengan menunaikan solat Idul Adha bersama sembari mengharapkan ampunan dan kasih sayang-Nya. Baru saja kita rukuk dan sujud satu tanda penyerahan diri total kepada Allah untuk taat dan patuh atas segala perintah-Nya.

Dalam kehidupan sehari-hari ini kita memerlukan contoh yang ideal dalam beragama, penyembahan kepada Allah s.w.t secara benar dan ketaatan yang sempurna. Nabi Ibrahim adalah salah satu contoh Rasul Ulul Azmi yang kita diperintahkan untuk mengambil teladan darinya.
Allah berfirman:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَة ٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ~ُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ الَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدا ً حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ~ُ إِلاَّ قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيه ِِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ الَّهِ مِنْ شَيْء ٍ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Artinya: Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya : Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali." (al-Mumtahanah:4)
الله أكبر الله أكبر الله أكبر و لله الحمد
Saudaraku kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah,
Bapak-bapak, ibu-ibu serta hadirin jama’ah shalat Idul Adha Rahimakumullah,
Diantara pengajaran yang dapat kita petik dari suri tauladan Nabi Ibrahim as adalah :

A. Penentangan kepada raja dan kaumnya demi tegaknya ajaran Tauhid.

إِذْ قَالَ لِأَبِيه ِِ وَقَوْمِه ِِ مَا هَذِهِ التَّمَاثِيلُ الَّتِي أَنْتُمْ لَهَا عَاكِفُونَ

Artinya : (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadah kepadanya?" (al-ambiya':52)

Umat Islam adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, sebaik-baik umat adalah yang senantiasa mengajak kepada kehidupan yang mulia, kedamaian dan kesejahteraan, mengusung nilai-nilai moral positif untuk pembangunan bangsa. Sebaliknya, umat Islam bukanlah contoh umat yang suka kepada perkara-perkara mungkar yang dilarang oleh Allah. Mukmin yang baik dan sempurna imannya adalah yang bisa membedakan perkara yang hak dengan yang batil.

Sebagai representasi umat Islam yang meneladani Nabi Ibrahim as, seorang muslim harus berani mengatakan keimanan dengan lantang dan menolak kemusyrikan dengan secara terus terang, termasuk didalamnya perbuatan-perbuatan yang menggambarkan kemusyrikan seperti cinta kepada patung-patung dari batu yang tidak bermanfaat, film-film khurofat yang merusak akidah anak-anak kita sebagaimana dalam tayangan-tayangan tilevisi. Sudah sepantasnya kita sebagai pewaris ajaran Nabi Ibrahim as menjauh dari budaya-budaya perusak akidah dan moral ini.

Nabi Ibrahim as dengan keberaniannya secara terus terang mengungkap perkara yang hak dengan argumen yang jelas sehingga mengalahkan argumen raja dan kaumnya, kemudian mempunyai langkah yang mantap untuk menghancurkan kemusyrikan tersebut. Demikianlah seorang muslim jika menghadapi kemungkaran harus mampu menampilkan yang hak dengan penampilan yang manis dan menarik sehingga mampu menarik hati manusia untuk mengikutinya. Hendaknya setiap mukmin mampu menghancurkan bentuk-bentuk kemusyrikan yang bercokol dalam dirinya. Seorang muslim juga dituntut untuk mengetahui kebatilan sehingga mampu memberantasnya.
وَتَاللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَامَكُمْ بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ
Artinya : Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya. (al-Ambiya':57)
فَجَعَلَهُمْ جُذَاذا ً إِلاَّ كَبِيرا ً لَهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ
Artinya : Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. (al-Ambiya':58)

Salah satu sifat orang musyrik adalah selalu menghalang-halangi jalan kebenaran, menjauhkan manusia dari jalan yang benar jalannya para Rasul. Mereka melakukan berbagai macam cara sehingga mampu menghalanginya walaupun dengan cara yang paling kasar dan keji sekalipun, sebagaimana ditunjukkan oleh Namrud ketika memaksa kaumnya untuk mengikuti kebatilan yang dibawanya. Bahkan dengan tanpa rasa malu membakar Nabi Ibrahim as ketika jelas-jelas hujah nabi Ibrahim tidak bisa dibantahnya.
أُفّ ٍ لَكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَفَلاَتَعْقِلُونَ
Artinya : (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami? (al-Ambiya':67)
قَالُوا حَرِّقُوه ُُ وَانصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنتُمْ فَاعِلِينَ
Artinya : Mereka berkata: "Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak". (al-Ambiya':68)

Allah akan melindungi para Rasul-Nya dari perbuatan jahat musuh-musuhnya, mendukung dakwahnya dan memenangkan agamanya, Nabi Ibrahim as selamat dari kobaran api yang menggelegak, tidak secuilpun baju dan pakaiannya tersentuh api apalagi kulitnya, bahkan api itu menjadi dingin dan keselamatan baginya. Demikianlah Allah akan terus menolong para rasul-Nya baik di dunia maupun di akherat.
قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدا ً وَسَلاَما ً عَلَى إِبْرَاهِيمَ
Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim".

Selama kita konsisten tegak dijalan Allah, selama itu Allah akan memberi pertolongan.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر و لله الحمد
Saudaraku kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah,
B. Taat dan patuh kepada Allah secara sempurna.

Bersamaan dengan merayakan Idul adha ini, jutaan kaum muslimin diseluruh dunia dan khususnya di Mina sedang mengadakan ibadah haji dan menyembelih korban. Bermula dari kisah kepatuhan Nabi Ibrahim as dan putranya Ismail dalam menjalankan perintah Allah inilah disyariatkannya ibadah korban sebagaimana dianjurkan oleh nabi Muhammad saw, Allah berfirman :
Artinya : Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus itu. Dan dia bukan termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah. (al-Imron : 95)
Sebagaimana kita ketahui, Nabi Ibrahim a.s adalah seorang hamba Allah yang paling ideal, dirinya merupakan lambang kepatuan seorang hamba kepada Allah secara mutlak. Seluruh kehidupannya dipersembahkan hanya kepada Allah swt. Bukti kepatuhan yang luar biasa itu ditunjukkan dengan menerima perintah dari Allah supaya menyembelih putra satu-satunya Ismail as, perintah itu tanpa sedikitpun dibantah. Beliau telah meletakkan cintanya kepada Allah diatas segala-galanya.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Artinya : Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

Artinya : Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).

Artinya : Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim,

Artinya : sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Artinya : Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.


ٍ(assoffat : 102-107) Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Ketaatan yang sempurna seorang hamba kepada Allah akan mendatangkan pertolongan, ketenteraman dan kemenangan di dunia dan di akherat

Demikianlah, peristiwa besar, pengabdian terbesar seorang hamba kepada Allah dengan mengorbankan anaknya sendiri sebagai bukti ketaatan total kepada perintah Allah. Dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang mukmin harus senantiasa taat dan patuh dalam menjalankan perintahnya. Taat dan patuh bukanlah masalah coba-coba atau sukarela melainkan satu perintah untuk diamalkan dengan penuh keikhlasan. Semoga kita menjadi hamba-hamba-Nya yang dapat mencontoh
ketaatan total Nabi Ibrahim dalam menjalankan Perintah-perintah-Nya.
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
Ibrah atau pelajaran
1. Sebagai orang tua atau pimpinan tidak bertindak otoriter atau sewenang-wenang. Orang tua yang baik adalah orang tua yang mendidik anaknya dengan contoh dan ketauladanan. Seorang pemimpin yang baik akan ditiru oleh rakyatnya jika ia memberikan contoh perilaku yang baik. Seorang pemimpin tidak diikuti ucapannya, tetapi perilaku atau tindak tanduknya. Seorang pemimpin juga harus menjunjung nilai-nilai demokratis, tidak selalu memberikan perintah-perintah, tetapi juga harus mendengarkan aspirasi rakyatnya.
2. Pembentukkan anak sholeh tergantung dari orang tua
Banyak orang tua yang beranggapan bahwa pendidikan itu akan terbentuk hanya di sekolah-sekolah, jadi tidaklah perlu orang tua mengarahkan anak-anaknya di rumah. Bahkan ada sebagian orang tua yang tidak tahu tujuan dalam mendidik anak. Perlu kita pahami, bahwasannya pendidikan di rumah yang meskipun sering disebut sebagai pendidikan informal, bukan berarti bisa diabaikan begitu saja. Orang tua harus memahami bahwa keluarga merupakan institusi pendidikan yang tidak kalah pentingnya dibandingkan institusi pendidikan formal.

C. Hikmah berkorban.
Diantara hikmah disyariatkannya berkorban adalah sebagai berikut
1. Bertaqorrub kepada Allah swt dengannya, karena Allah swt berfirman:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3)

Artinya : “ ... Maka solatlah untuk Tuhanmu dan berkorbanlah ...” al-Kautsar.
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَاي وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (الأنعام162) لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ (الأنعام163)
Artinya : 162. Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. 163. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)."
Yang dimaksud dengan ibadahku disini adalah penyembelihan binatang korban untuk mendekatkan diri kepada Allah.
2. Menghidupkan sunnah imam orang-orang yang bertauhid, Nabi Ibrahim as

ٍ(assoffat : 102-107) Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

3. Menebarkan kasih sayang kepada orang-orang faqir dan miskin, Allah mencintai orang-orang yang penyayang. Diantara sifat Allah yang paling menonjol adalah Arrahman dan Arrahim, begitu juga sifat nabi Muhammad saw, “... harisun ‘alaikum bilmu’minina raufur rahim ... attaubah”.
4. Sebagai bentuk syukur kita kepada Allah atas hewan ternak yang diberikan kepada kita. Allah

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (الحج36) لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرْ الْمُحْسِنِينَ (الحج37)
36. Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.
37. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
الله اكبر الله اكبر الله اكبر
Demikianlah khotbah Idul Adha ini Semoga Allah senantiasa memberi kekuatan kita dalam beribadah dan mampu berkorbanuntuk menyempurnakan amal ibadah kita pada bulan yang mulia ini.


اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنَهُمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَاجْعَل فِي قُلُوْبِهِم الإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوْا بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ إِلهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنا وَأَصْلِحْ لنا دُنْيَانا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لنا آخِرَتنا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لنا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لنا مِنْ كُلِّ شَرٍّ
اللّهمَّ حَبِّبْ إلَيْنَا الإيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْن
اللهم عذِّبِ الكَفَرَةَ الذين يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ ويُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ ويُقاتِلُونَ أوْلِيَاءَكََّ
اللّهمَّ أَعِزَّ الإسْلاَمَ وَالمسلمين وَأَذِلَّ الشِّرْكَ والمشركين وَدَمِّرْ أعْدَاءَ الدِّينِ وَاجْعَلْ دَائِرَةَ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ يا ربَّ العالمين
اللهم فَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَشَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَخُذْهُمْ أَخْذَ عَزِيْزٍ مُقْتَدِرٍ إنَّكَ رَبُّنَا عَلَى كلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٍ يَا رَبَّ العالمين
اللهمَّ ارْزُقْنَا الصَّبْرَ عَلى الحَقِّ وَالثَّبَاتَ على الأَمْرِ والعَاقِبَةَ الحَسَنَةَ والعَافِيَةَ مِنْ كُلِّ بَلِيَّةٍ والسَّلاَمَةَ مِنْ كلِّ إِثْمٍ والغَنِيْمَةَ مِنْ كل بِرٍّ والفَوْزَ بِالجَنَّةِ والنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ
رَبَّنا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
وصَلِّ اللهمَّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سيدِنا مُحَمّدٍ وعلى آلِهِ وصَحْبِهِ وَسلّم والحمدُ للهِ

comment 2 komentar:

SMP NEGERI 6 LUWUK on 3 November 2011 11.08 mengatakan...

assalamu'alaikum, afwan ustadz..minta izin copas naskah khutbahnya....

heri on 6 November 2011 00.38 mengatakan...

Tafadlol..

Posting Komentar

 
Powered by Blogger