Selalu Berbaik Sangka


Al kisah, ada seorang raja mempunyai menteri yang baik. Dalam setiap perkara ia selalu mengatakan: “ Itu baik, Tuan Raja” dan sang raja pun sangat menyukainya. Dalam sebuah jamuan makan, raja salah memotong buah apel, lalu ia memotong jari tangannya sendiri, si menteri tersebut –sebagaimana biasa- lalu berkata: “Itu baik, wahai Tuan Raja”, maka spontan Sang Raja pun marah dan berkata: “Baik bagaimana! jari tanganku sudah terpotong, wahai orang gila?” kemudian ia pun memerintahkan agar si menteri itu dipenjarakan. Sudah merupakan kebiasaan sang raja kalau pergi berburu, ia selalau ditemani menterinya yang kini sudah dipenjara tersebut, namun kali ini, ia pergi sendirian tanpa ada yang menemaninya. Ketika mengejar kelinci, raja tersesat dan ia dilihat oleh rombongan penyembah patung dan mereka berkeinginan untuk menyumbangkan korban pada patung tersebut dan mereka berkata: “Orang ini gemuk dan pantas untuk dijadikan korban yang besar”, lalu mereka menangkapnya. Tapi ketika raja itu diperiksa dukun, ia menemukan jari tangannya sudah terpotong, ia pun berkata: “Ini tidak cocok”, maka mereka pun meninggalkannya dan Raja pun pulang ke istananya dengan perasaan gembira, lalu ia berkata: “Menteri itu benar.” Ia pun memerintahkan untuk mengeluarkannya dari penjara, kemudian menceritakan peristiwa yang baru saja dialaminya. Sang menteri berkata: “Baik, wahai tuan raja”, lantas si raja berkata kepadanya: “Iya, terpotongnya jari tangan saya itu baik, tapi apa baiknya anda di penjara?, menteri itu menjawab: “Wahai tuan, kalau sekiranya aku ikut berburu bersamamu, niscaya mereka akan menjadikan saya sebagai korban, karena jari tanganku masih utuh”.

Adakah pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah ini?

comment 1 komentar:

Winy on 18 Maret 2009 11.12 mengatakan...

antara mo ketawa, penasaran, dan tercerahkan.....

Posting Komentar

 
Powered by Blogger