Beragam Senyawa pada Buah Sirsak

buah sirsak
Di balik daging buah putih bersih dan rasa asam manisnya, ternyata sirsak mengandung beberapa senyawa yang diperlukan tubuh kita. Berikut adalah beberapa kandungan gizi pada buah sirsak.

A.Kaya Kandungan Karbohidrat
Kandungan karbohidrat dalam buah sirsak paling banyak jika dibandingkan senyawa lain. Senyawa ini memenuhi 68 % dari keseluruhan bagian padat daging buah.

Karbohidrat adalah senyawa yang tersusun dari gabungan molekul karbon [C], hidrogen [H], dan oksigen [O]. Karbohidrat diubah menjadi sumber energi tubuh melalui oksidasi [pembakaran]. Tiap 1 gram karbohidrat yang kita konsumsi akan diubah menjadi energi sebesar 4 kkal. Selanjutnya, energi dari karbohidrat kita gunakan untuk menjalankan aktivi-tas fisik seperti olahraga, bekerja dan sebagainya. Kekurangan karbohidrat menyebabkan seseorang merasa lesu.

Menurut rangkaian molekul pembentuknya, karbohidrat dibagi menjadi beberapa jenis. Jenis pertama adalah monosakarida yaitu jenis karbohidrat sederhana yang tersusun atas satu molekul gula. Yang termasuk monosakarida adalah glukosa, fluktosa, dan galakto-sa. Jenis kedua adalah polisakarida yaitu jenis karbohidrat yang tersusun atas banyak mole-kul gula. Molekul tersebut akan membentuk satu rantai panjang dan bercabang. Yang termasuk polisakarida adalah kitin, pati, dan selulosa.. Selain dua jenis tadi, terdapat karbo-hidrat lain yaitu disakarida [rangkaian dua monosakarida] dan oligosakarida [rangkaian beberapa monosakarida].

Salah satu jenis karbohidrat yang terkandung dalam sirsak adalah monosakarida [gula pereduksi] berupa glukosa dan fluktosa. Glukosa merupakan zat gula paling penting bagi metabolisme tubuh. Glukosa tidak hanya ditemukan pada sirsak, melainkan ada pada buah-buahan lain, sedangkan fruktosa adalah jenis monosakarida paling manis.

Jumlah monosakarida pada buah sirsak sangat besar. Mencapai 81,9-93,6% dari total kandungan karbohidrat yang ada pada buah. Sisanya berupa sukrosa [2,54%], dekstrosa [5,05%] dan levulosa [0,04%].

B.Buah lemak mengandung sedikit lemak. Anda tidak perlu khawatir mengonsumsinya karena kadar lemak dalam buah ini berkisar 0,3 g dari tiap 100 g berat buah sirsak.
Lemak berperan besar memicu beragam penyakit. Pada kanker, lemak terlibat langsung dalam pembentukan sel kanker. Lemak menyediakan nutrisi bagi sel kanker maupun memicu tumbuhnya sel-sel abnormal pemicu kanker. Selain kanker, lemak dapat menyebabkan resiko terserang penyakit jantung, hipertensi, kolesterol tinggi dan sebagainya. Dengan kom-posisirendah lemak, sirsak relatif aman dikonsumsi siapa pun, termasuk bagi penderita kan-ker, penyakit jantung, kolesterol dan darah tinggi sekalipun asalkan dikonsumsi dalam jum-lah yang wajar.

Selain rendah lemak, sirsak mengandung natrium rendah [14 mg/100 g] dan mempunyai kalium tinggi [278mg/100 g]. Perbandingan kalium lebih tinggi daripada jumlah natrium dapat mencegah hipertensi dan melindungi tubuh dari atherosklerosis. Atherosklerosis adalah kondisi dimana arteri mengeras dan pasokan darah berkurang. Deng-an bantuan kalium, kondisi arteri mengalami perbaikan. Ini disebabkan kalium bermanfaat mengatur tekanan darah dan fungsi jantung. Manfaat lain kalium bagi tubuh adalah sebagai berikut:
1.Mentransmisi impul saraf
2.Membantu kontraksi otot
3.Membantu pertumbuhan tubuh

C.Vitamin C: Sumber Antioksidan Tubuh

Vitamin C memiliki peran penting dalam meningkatkan sistem kekebalan [imunitas] tubuh. Vitamin yang juga dikenal dengan nama asam askorbat ini termasuk jenis vitamin yang larut dalam air. Vitamin C bersifat water holder [menyimpan air] sehingga mampu menjaga kele-mbaban kulit dan menjaganya dari kering dan pecah-pecah.

Manfaat lain vitamin C bagi tubuh adalah sebagai berikut:
1.Melancarkan peredaran darah. Selain itu, memperbanyak konsumsi citamin C menjadikan kulit terlihat lebih segar.
2.Merangsang pembentukan kolagen kulit dan menjaganya dari kerusakan.
3.Membantu merombak protein dan lemak.
4.Membantu proses oksidasi dalam sel.
5.Memengaruhi kerja anak ginjal.
6.Membantu proses pembentukan keping darah [trombosis].

Adapun kekurangan vitamin C dalam tubuh dapat mengakibatkan:
1.Kerusakan sel endotel.
2.Rusaknya pembuluh kapiler di sekitar tulang belakang hingga menjalar menjadi kerusakan tulang.
3.Pendarahan pada gusi serta menyebabkan mudah menderita sakit gigi.
4.Mudah terkena sariawan

Kebutuhan vitamin C tiap orang berbeda tergantung umur dan tingkat aktifitasnya. Kebutuhan vitamin C anak-anak dengan orang dewasa berbeda. Begitu pula bagi yang mempunyai aktifitas berat, kebutuhan asupan vitamin C-nya berbeda dengan orang yang beraktifitas ringan.

Tabel 1.Kebutuhan vitamin C minimal tiap individu per hari

Tingkatan Individu Vitamin C yang Dibutuhkan

Bayi 30 mg
Anak-anak 60 mg
Anak usia pertumbuhan 90 mg
Orang dewasa 75 mg
Wanita hamil 100 mg
Wanita menyusui 150 mg

Sumber: Kartasaputra dan H. Marsetyo [2002]
Berdasarkan taabel 1, kebutuhan vitamin C orang dewasa adalah 75 mg setiap harinya. Secara umum, kandungan vitamin C dalam daging buah sirsak mencapai 20 mg/100 g. Jadi, mengonsumsi buah sirsak minimal 300 gram per hari telah memenuhi kebutuhan vitamin C dalam tubuh orang dewasa. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C, sirsak dapat dikonsumsi sendiri maupun dikombinasikan dengan buah lain.

Selain itu, vitamin C berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan yaitu zat yang beker-ja sebagai penahan dan pencegah oksidasi. Oksidasi adalah peristiwa masuknya senyawa oksigen [O2] ke dalam suatu zat. Dalam proses oksidasi terjadi reaksi pengikatan dan penam-bahan oksigen. Zat yang mampu mengoksidasi disebut oksidan.

Di dalam tubuh, oksidan adalah suatu molekul oksigen dengan atom yang orbit ter-luarnya tidak memiliki pasangan elektron. Karena elektronnya tidak memiliki pasangan, atom ini menjadi tidak stabil dan bersifat radikal. Pada proses oksidasi lemak, senyawa turu-nan asam menjadi tidak stabil dan bersifat reaktif [radikal] akibat hilangnya suatu atom hidr-ogen. Pada proses ini, terjadi pembentukan radikal asam lemak.

Selanjutnya, radikal asam lemak akan bereaksi dengan oksigen membentuk radikal peroksida. Kemudian radikal peroksida akan menyerang asam lemak dan menghasilkan hidroperoksida dan radikal asam lemak baru. Hidroperoksida bersifat tidak stabil dan akan menghasilkan senyawa karbonil rantai pendek seperti aldehid dan keton. Senyawa radikal bebas dapat membahayakan tubuh kita, bahkan dapat memicu timbulnya sel kanker.

Dalam tubuh penderita kanker, terdapat senyawa Reactive Oxygen Species [ROS] Yang bersifat radikal. ROS memulai proses pembentukan kanker dengan membentuk fosfori-lasi faktor transkripsi. Kondisi ini akan menyebabkan sel mengalami perubahan perilaku, terutama dalam pertumbuhan dan kematiannya. Akibatnya, kinerja mekanisme pengendali sel terganggu, sel tumbuh tak terkendali membentuk sel-sel abnormal yang beresiko memi-cu penyakit kanker.

Lantas apa peran antioksidan? Nah, di sinilah antioksidan bekerja. Antioksidan ber-fungsi melawan zat radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan diketahui dapat mengatur eks-presi gen dengan mencegah kerusakan yang diakibatkan pengaruh radikal bebas. Adapun cara yang digunakan yaitu bereaksi dengan radikal asam lemak segera setelah senyawa itu terbentuk. Selain itu, fungsi anti oksidan adalah membantu meningkatkan sistem pertahan-an tubuh serta mencegahnya dari pengaruh radikal bebas yang lebih parah lagi.

Secara umum, ada dua jenis antioksidan yaitu antioksidan endogen dan antioksidan eksogen. Antioksidan endogen adalah antioksidan yang dihasilkan dari dalam tubuh. Terma-suk antioksidan endogen adalah enzim superoksida dismutase [SOD], glutation peroksidase, dan katalase. Fungsi antioksidan ini adalah mencegah pembentukanradikal bebas baru dan mengurangi dampak negatif dari radikal bebas sebelum bereaksi dengan molekul sasaran serta menurunkan kecepatan reaksi ionisasi.

Sedangkan antioksidan eksogen adalah jenis antioksidan yang berasal dari luar tub-uh manusia. Antioksidan eksogen terdiri dari vitamin C, vitamin E, betakaroten serta senya-wa flavonoid. Antioksidan ini berfungsi menghambat proses oksidasi dan menangkap senya-wa reaktif radikal bebas yang merusak sel. Jenis antioksidan dapat berasal dari buah-buahan seperti jeruk, sirsak maupun sumber makanan sehat lainnya.

Buah sirsak merupakan buah yang kaya akan senyawa fitokimia. Senyawa fitokimia berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari pengaruh radikal bebas, mening-katkan pertahanan tubuh [sistem imun] serta memperlambat proses penuaan. Salah satu zat fitokimia dalam buah sirsak yang berfungsi sebagai antioksidan adalah vitamin C. Dengan kandungan cukup besar yaitu 20 mg/100 g, sirsak merupakan komoditi buah sumber vitam-in C cukup penting. Mengonsumsi buah ini, berarti Anda telah melakukan langkah tepat gu-na memenuhi kebutuhan vitamin C tubuh Anda.

D.Vitamin B 1 : Si Pencegah Beri-Beri

Seperti vitamin C, vitamin B1 juga termasuk jenis vitamin yang larut dalam air. Vitamin B1 dikenal pula dengan nama Thiamin. Vitamin ini berupa kristal, terusan dari unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen dan belerang. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan beri-beri. Kadar vitamin B1 pada daging buah sirsak mencapai 0,07 mg/100g.
Beberapa manfaat vitamin B1 diantaranya sebagai berikut:
1.Memperlancar metabolisme tubuh, terutama metabolisme karbohidrat.
2.Memperlancar sirkulasi karbohidrat.
3.Membantu mengoptimalkan aktivitas kognitif dan fungsi otak.
4.Memengaruhi keseimbangan air dalam tubuh.
5.Memengaruhi penyerapan zat lemak dalam usus.
6.Mencegah terjadinya kerusakan syaraf serta memulihkan gangguan syaraf pusat dan tepi.

E.Vtamin B2: Pelindung Tubuh

Vitamin B2 dikenal pula dengan nama riboflavin. Zat vitamin ini memiliki sifat larut dalam air dan tahan panas di dalam larutan asam. Jika zat ini di panaskan dalam larutan basa akan ru-sak. Terkena sinar matahari juga menyebabkan kerusakan zat-zat yang terkandung dalam riboflavin.

Kandungan riboflavin sekitar 0,04 mg/100g berat buah sirsak. Zat vitamin ini memili-ki peran penting dalam tubuh kita. Manfaat riboflavin adalah sebagai berikut

1.Meningkatkan daya tahan tubuh.
2.Membantu meningkatkan rangsangan sinar ke syaraf lama.
3.Membantu berbagai enzim dalam proses oksidasi sel.

Adapun kekurangan vitamin B2 atau riboflavin dalam tubuh kita dapat menyebab-kan hal-hal berikut:

1.Penglihatan menjadi kabur.
2.Radang atau luka pada sudut bibir dan hidung [keilosis]
3.Gangguan pada proses pertumbuhan
4.Berat badan menurun.

F.Kaya Akan Serat

Sirsak merupakan buah yang mengandung banyak serat. Konsumsi 100 g buah ini dapat memenuhi 13 persen kebutuhan serat pangan per hari. Serat sangat dibutuhkan tubuh, terutama dalam memperlancar kerja saluran pencernaan dan mengobati penyakit sembelit [susah buang air besar].
G.Niasin si Pencegah Pelagra

Mengonsumsi sirsak memberikan asupan zat niasin bagi tubuh. Kandungannya mencapai 0,07 mg/100 gram.

Niasin disebut juga asam nikotinat. Zat ini adalah asam pirimidin 3 karboksilat yang dapat berubah menjadi senyawa nikotiamida. Niasin bersifat larut dalam alkohol serta stabil pada larutan dengan suhu di bawah 120 derajat celsius. Fungsi niasin adalah sebagai berikut:

1.Membantu proses pertumbuhan dan perbanyakan sel
2.Membantu perombakan karbohidrat
3.Mencegah penyakit pelagra

Kekurangan niasin akan mengakibatkan penyakit palagra. Gejala-gejala penyakit ini adalah:

1.Kulit pecah-pecah
2.Diare
3.Mudah lupa, cepat letih, sering melamun

H.Kaya Fosfor [p] dan Kalsium [Ca]

Sirsak mengandung fosfor mencapai 27 mg dari 100 g berat buah sirsak. Fosfor memiliki fungsi penting bagi tubuh kita. Untuk itu, mengonsumsi makanan yang mengandung fosfor seimbang sangat dianjurkan.

Fosfor memiliki fungsi sbb:
1.Membentuk fosfatida yaitu bagian penting dari plasma.
2.Membantu pembelahan inti sel dan memindahkan sifat-sifat turunan.
3.Bersama kalsium [Ca] membentuk metriks tulang.
4.Membantu proses pengerutan otot.

Selain fosfor, sirsak juga mengandung kalsium. Jumlah kalsium [Ca] yang terkandung dalam buah sirsak mencapai 14 mg/100 g. Di dalam tubuh, kalsium memiliki fungsisaling berkaitan dengan fosfor. Fungsi kalsium adalah sbb:
1.Bersama dengan fosfor membentuk tulang dan gigi
2.Membantu proses penggumpalan darah
3.Memengaruhi penerimaan rangsang pada otot syaraf

Kekurangan fosfor dan kalsium dalam tubuh dapat mengakibatkan:
1.Kerusakan pada gigi
2.Pertumbuhan tulang tidak sempurna.
3.Otot sering kejang-kejang.
4.Jika luka, darah sulit membeku.

Demikian penjelasan singkat mengenai beragam zat yang terkandung dalam buah sirsak. Zat-zat tersebut berkhasiat bagi kesehatan tubuh kita. Terutama untuk mencegah serangan berbagai penyakit.

Selain beberapa zat gizi di atas, masih banyak kandungan zat bermanfaat dalam buah sirsak, diantaranya nitrogen, zat besi, asetogenin, nurisin, annomurisin, murikapentosin, serta beberapa enzim. Enzim yang ada dalam buah sirsak diantaranya enzim peroksidase, katalase, pektinase. Buah sirsak juga mengandung asam malat, asam sitrat, dan asam isositrat yang menyebabkan buah ini beraroma harum.

Berbagai manfaat buah sirsak dapat digunakan untuk terapi pengobatan, antara lain batu empedu, sembelit, asam urat serta meningkatkan nafsu makan. Secara umum, zat gizi dan vitamin yang terkandung dalam buak sirsak adalah sbb:

Tabel 2. Kandungan gizi, Vitamin dan Mineral tiap 100 gram Buah sirsak


Kandungan Gizi Jumlah

Energi 65,00 kal
Protein 1,00 gr
Lemak 0,30 gr
Karbohidrat 16,30 gr
Kalsium 14,00 mg
Fosfor 27,00 mg
Serat 2,00 gr
Besi 0,60 mg
Vitamin A 1,00 RE
Vitamin B1 0,07 mg
Vitamin B2 0,04 mg
Vitamin C 20,00 mg
Niasin 0,70 mg

Sumber: Diolah dari http://atikofianti.wordpress.com/

Kapsul Daun Sirsak Efektif Mengatasi Penyakit Kanker

comment 0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger